Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori

- Senin, 23 Maret 2026 | 20:25 WIB
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Seorang warga negara Irak, Fuad, berhasil kabur usai diduga menghabisi nyawa cucu Mpok Nori. Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Yang menarik, polisi menyebut pelaku sempat membawa serta sebuah karpet dalam pelariannya. Bukan karena ada rencana matang, tapi lebih karena panik dan ketakutan yang melanda dirinya.

AKP Fechy J Atupah dari Polda Metro Jaya menjelaskan hal itu.

"Kami sudah tunjukkan rekaman CCTV saat pemeriksaan. Pelaku mengaku, begitu selesai membunuh, dia langsung takut dan panik. Makanya dia ambil karpet itu dan bawa lari. Sebenarnya tidak ada tujuan spesifik," ujar Fechy, Panit 2 Subdit Resmob, pada Senin (23/3/2026).

Rupanya, bukan cuma karpet. Fuad juga kabur membawa ponsel milik korban, seorang perempuan berinisial DA (37). Motifnya? Cemburu buta. Pelaku merasa korban punya hubungan dengan pria lain.

"Alasannya bawa HP korban, karena di situ dianggap ada bukti perselingkuhan. Katanya sih, dia lihat korban tertangkap basah berduaan. Ada juga foto mesra katanya. Tapi sampai sekarang HP-nya belum bisa dibuka, kami tidak tahu password-nya," tutur Fechy lebih lanjut.

Semua barang bukti itu akhirnya ditemukan saat pelaku ditangkap. Fuad diamankan dalam sebuah bus yang menuju Sumatera, persisnya Sabtu (21/3) siang pukul 12.49 WIB.

Fechy menuturkan, "Saat penggeledahan di Jalan Tol Tangerang-Merak, kami temukan paspor korban dan salah satu handphone-nya di badan pelaku. Dia juga mengakui perbuatannya, bahwa dialah yang melakukan pembunuhan."

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar