PT KAI Bangun Monumen untuk Korban Kecelakaan Maut Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

- Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15 WIB
PT KAI Bangun Monumen untuk Korban Kecelakaan Maut Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana membangun sebuah monumen sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang meninggal dalam kecelakaan antara Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, secara langsung menyampaikan rencana tersebut dan meminta dukungan penuh dari masyarakat sekitar. “Kita mau bikin tugu di sini ya. Oke, tolong didukung ya,” ujarnya di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas memorial itu akan dimulai dalam waktu dekat. “Segera kita mulai,” kata dia.

Di sisi lain, suasana duka masih menyelimuti area Stasiun Bekasi Timur. Sejumlah penumpang Commuter Line terlihat meluapkan kesedihan dengan memanjatkan doa di depan tumpukan buket bunga yang diletakkan warga sebagai tanda belasungkawa. Salah seorang penumpang bernama Ida mengungkapkan harapannya agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Biar diterima di sisi Allah, semoga diterima, mereka pejuang keluarga. Saya melihat (kondisi) kereta aja stres, lihat yang dempet-dempetan susah masuk. Mereka pejuang semoga diterima di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya,” tutur Ida dengan suara bergetar.

Sebelumnya, PT KAI telah menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas musibah yang merenggut nyawa 16 orang tersebut. Bobby Rasyidin memastikan perseroan akan menanggung seluruh biaya perawatan bagi korban luka-luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia. Ia juga menegaskan bahwa pendampingan akan diberikan secara menyeluruh kepada semua pihak yang terdampak.

“Kami melakukan pendampingan full, full sekali, penuh pendampingannya. Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full,” kata Bobby saat berada di lokasi pada Senin, 4 Mei 2026.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar