BRI Sediakan KUR dengan Plafon Hingga Rp100 Juta, Bunga 6 Persen per Tahun

- Jumat, 08 Mei 2026 | 19:45 WIB
BRI Sediakan KUR dengan Plafon Hingga Rp100 Juta, Bunga 6 Persen per Tahun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) membuka akses permodalan bagi pelaku usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon pinjaman yang bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta. Program ini menawarkan bunga rendah sebesar enam persen efektif per tahun, menjadikannya salah satu opsi pembiayaan yang kompetitif bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BRI, calon peminjam dapat menyimulasikan skema cicilan sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Simulasi ini mencakup berbagai pilihan tenor, mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan, dengan nominal angsuran yang disesuaikan terhadap besaran plafon pinjaman.

Untuk plafon Rp10 juta, misalnya, cicilan per bulan berkisar antara Rp865.267 untuk tenor 12 bulan hingga Rp198.012 untuk tenor 60 bulan. Sementara itu, untuk pinjaman Rp20 juta, angsuran bulanan berkisar dari Rp1.730.535 hingga Rp396.024. Pada plafon yang lebih besar, seperti Rp50 juta, cicilan per bulan mencapai Rp4.326.337 untuk tenor terpendek dan Rp990.060 untuk tenor terpanjang.

Bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal lebih besar, BRI juga menyediakan plafon Rp80 juta dengan cicilan bulanan mulai Rp6.922.140 hingga Rp1.548.096. Adapun plafon maksimal Rp100 juta menawarkan angsuran sebesar Rp8.652.675 per bulan untuk tenor 12 bulan dan Rp1.980.120 per bulan untuk tenor 60 bulan.

Di sisi lain, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon debitur sebelum mengajukan KUR BRI. Calon peminjam harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Mereka juga wajib memiliki identitas resmi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha. Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menjadi dokumen yang wajib dilampirkan.

Selain itu, usaha yang dijalankan harus bersifat produktif dan telah beroperasi secara aktif minimal selama enam bulan. Calon debitur juga tidak boleh sedang menerima kredit dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit. Seluruh ketentuan terkait plafon dan tenor harus dipatuhi sesuai dengan jenis KUR yang dipilih.

Proses pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu secara daring dan langsung ke kantor cabang. Untuk pengajuan secara online, calon peminjam dapat mengakses laman resmi KUR BRI, mendaftar akun, dan melengkapi data diri serta dokumen pendukung. Setelah itu, mereka dapat memilih menu pengajuan pinjaman, menentukan nominal dan jangka waktu, serta menggunakan fitur simulasi angsuran. Pihak bank kemudian akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai persetujuan atau penolakan.

Adapun bagi yang memilih pengajuan langsung ke kantor cabang, calon debitur perlu menyiapkan dokumen seperti KTP, KK, NPWP, dan buku tabungan BRI. Setelah mendatangi kantor cabang sesuai domisili, mereka harus mengisi formulir pengajuan kredit dan mengikuti proses verifikasi data serta wawancara. Apabila pengajuan disetujui, bank akan menghubungi pemohon untuk tahap pencairan dana.

Calon debitur diimbau untuk memahami seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku agar proses pengajuan berjalan lancar. Dengan skema bunga rendah dan tenor yang fleksibel, program KUR BRI diharapkan dapat menjadi solusi permodalan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar