Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, dengan kenaikan 1,15 persen atau 81,85 poin ke level 7.174. Nilai transaksi di pasar reguler tercatat mencapai Rp19,58 triliun, menandakan aktivitas perdagangan yang cukup bergairah pada hari itu.
Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga yang tajam. Puncak daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainer ditempati oleh PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang melesat 35 persen ke harga Rp162 per unit. Posisi kedua ditempati PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) yang menguat 34,15 persen menjadi Rp220 per saham.
Selanjutnya, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) dan PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) sama-sama mencatat kenaikan 25 persen. DEPO ditutup di harga Rp320 per saham, sementara NATO berada di level Rp775 per unit. Posisi kelima diisi oleh PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang menguat 24,79 persen ke angka Rp730 per lembar.
Lima saham lainnya yang masuk dalam jajaran top gainer adalah PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) dengan kenaikan 21,25 persen, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) yang naik 20 persen, serta PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang menguat 19,62 persen. Dua posisi terakhir ditempati oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang naik 18,36 persen dan PT Multi Media Internasional Tbk (MMIX) dengan kenaikan 17,09 persen.
Sementara itu, di sisi lain, sepuluh saham dengan penurunan terdalam atau top loser pada hari yang sama adalah RICY, ABDA, HALO, ARGO, TPIA, NINE, LUCY, HBAT, ESSA, dan COIN. Kesepuluh emiten tersebut ditutup melemah dalam rentang 8,83 persen hingga 11,90 persen.
Dari segi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin sebagai top value dengan total perdagangan mencapai Rp1,46 triliun. Disusul oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mencatat transaksi senilai Rp1,40 triliun, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai Rp1,20 triliun. Posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan transaksi Rp1,02 triliun dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang mencapai Rp865 miliar.
Menariknya, dari lima saham dengan nilai transaksi terbesar tersebut, hanya BBCA, BMRI, dan BBRI yang berhasil ditutup di zona hijau. Sementara dua saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni BRPT dan PTRO, justru harus mengakhiri perdagangan di area merah.
Artikel Terkait
IHSG Ditutup Menguat 1,15 Persen ke 7.174, Didorong Sektor Konsumer dan Keuangan
HM Sampoerna Sewakan Pabrik dan Gudang ke Philip Morris Indonesia Senilai Rp347,5 Miliar
RATU Proyeksikan Laba Melonjak 117 Persen Usai Akuisisi Aset Migas
IHSG Ditutup Menguat 0,36 Persen ke 7.117,98, Sektor Keuangan Justru Melemah