PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memproyeksikan laba perseroan akan melonjak hingga 117 persen dalam periode 2026 hingga 2030, menyusul rencana akuisisi terhadap SMS Development Ltd. Dalam proyeksi tersebut, transaksi ini diperkirakan memberikan tambahan laba bersih kumulatif sebesar 72,34 juta dolar AS selama lima tahun ke depan.
Kenaikan kinerja keuangan itu, menurut keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (5/6/2026), terutama ditopang oleh kontribusi bagian laba dari entitas asosiasi, yakni Husky-CNOOC Madura Ltd. Perusahaan melihat langkah ini sebagai strategi untuk memperkuat kapasitas bisnis dan memperbesar pendapatan dari sektor hulu minyak dan gas bumi melalui kepemilikan tidak langsung pada aset strategis tersebut.
Untuk mendanai akuisisi, RATU berencana menggunakan fasilitas perbankan senilai 109,2 juta dolar AS dengan tenor 75 bulan. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa fasilitas pinjaman itu masih dalam tahap proses dan belum ditandatangani secara resmi.
Sementara itu, struktur keuangan perseroan diproyeksikan mengalami perubahan signifikan setelah transaksi rampung. Total aset RATU diperkirakan meningkat 163 persen menjadi sekitar 184 juta dolar AS. Di sisi lain, total liabilitas diproyeksikan melonjak lebih agresif, yakni sebesar 548 persen menjadi 126 juta dolar AS. Lonjakan utang tersebut akan mendorong rasio Debt-to-Equity Ratio (DER) perseroan naik dari sekitar 0,38 kali menjadi 2,18 kali.
Artikel Terkait
HM Sampoerna Sewakan Pabrik dan Gudang ke Philip Morris Indonesia Senilai Rp347,5 Miliar
IHSG Ditutup Menguat 0,36 Persen ke 7.117,98, Sektor Keuangan Justru Melemah
Harga Emas di Pegadaian Melonjak, UBS Catat Kenaikan Tertinggi Rp111.000 per Gram
IHSG Melonjak 1,17 Persen di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Kompak Menguat