Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif namun tetap bertahan di dekat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (7/5/2026), di tengah penurunan harga minyak dunia yang dipicu oleh harapan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Indeks S&P 500 tercatat naik 0,1 persen dan bertahan di level tertinggi sepanjang masa yang berhasil dicapai sehari sebelumnya. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 193 poin, dan Nasdaq Composite juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,1 persen.
Pasar saat ini menanti perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Pembukaan jalur strategis tersebut dinilai dapat memperlancar distribusi minyak global sekaligus meredakan tekanan inflasi di berbagai negara.
Akibatnya, harga minyak kembali melemah. Minyak mentah AS turun USD3,23 menjadi USD91,85 per barel, sedangkan minyak mentah Brent melemah USD3,30 menjadi USD97,97 per barel.
Di sisi lain, kinerja emiten menjadi sorotan utama investor. Saham DoorDash melonjak lebih dari 10 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar, ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, nasib berbeda dialami Whirlpool. Saham perusahaan peralatan rumah tangga tersebut anjlok 18 persen setelah membukukan kerugian tak terduga pada kuartal terbaru. Whirlpool juga mengumumkan kenaikan harga minimal 10 persen untuk sejumlah produknya.
Perusahaan menyebut kondisi ekonomi makro yang memburuk cepat akibat perang di Iran sebagai penyebab utama. Whirlpool berencana menerapkan kenaikan harga untuk memulihkan margin di tengah memburuknya kondisi makroekonomi dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hampir 6 persen ke level rekor 63.086,00 setelah pasar Tokyo kembali dibuka usai libur Golden Week. Kenaikan ini dipicu oleh aksi beli saham teknologi dan semikonduktor yang terdorong tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Saya pikir ini semacam bubble karena aktivitas beli terkonsentrasi pada saham AI dan semikonduktor,” ujar Kepala Strategi MONEX, Takashi Hiroki.
Pasar saham Asia lainnya juga menguat. Hang Seng Hong Kong naik 1,7 persen, Kospi Korea Selatan bertambah 1,4 persen, sementara indeks Taiex Taiwan menguat 1,9 persen, didorong oleh kenaikan saham TSMC sebesar 3,1 persen.
Artikel Terkait
Adhi Karya Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Angkat Alexander Ruby Setyoadi sebagai Komisaris Baru
Hanya Dua dari Enam Emiten Grup Prajogo Pangestu Penuhi Aturan Free Float 15 Persen
BEI: 560 Emiten Penuhi Aturan Free Float 15%, Masa Transisi Diberikan hingga 2029
MNC Sekuritas Gelar Kuliah Umum di Universitas MH Thamrin, Dorong Literasi Pasar Modal Berbasis Pemahaman Geopolitik Global