Pergerakan bursa saham di kawasan Asia terpantau bervariasi pada Selasa (23/6/2026) di tengah investor yang mencermati sentimen campuran dari Wall Street. Tekanan terlihat jelas pada saham teknologi dan sejumlah emiten berkapitalisasi besar, meskipun beberapa indeks masih mampu bertahan di zona hijau.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah setelah sebelumnya mencatat reli selama tujuh sesi beruntun. Indeks acuan tersebut terkoreksi 0,93 persen ke level 71.654 pada pukul 08.56 WIB, setelah sempat dibuka di teritori positif. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual pada saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor otomotif dan keuangan, yang mengimbangi penguatan di sektor teknologi.
Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan mengalami koreksi tajam hingga 4,28 persen setelah sebelumnya menembus rekor tertinggi. Tekanan ini tidak terlepas dari aksi jual saham teknologi utama di Wall Street yang membebani sentimen investor secara global. Berdasarkan data dari Trading Economics, pelaku pasar juga masih waspada terhadap valuasi saham yang dinilai tinggi serta meningkatnya pengawasan regulator terhadap produk investasi berleverage yang terkait dengan sektor semikonduktor di Korea Selatan.
Pemerintah setempat dikabarkan tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam volatilitas pasar dan tingginya aktivitas leverage yang dilakukan investor ritel. Tekanan terbesar datang dari saham teknologi utama, seperti SK Hynix yang turun 2 persen dan Samsung Electronics yang melemah 2,7 persen. Saham otomotif pun ikut terkoreksi, dengan Hyundai Motor Company turun 5,5 persen, HD Hyundai Heavy Industries melemah 2,2 persen, dan Kia Corporation ambles 4,2 persen.
Di sisi lain, prospek industri semikonduktor berbasis kecerdasan buatan (AI) masih menjadi penopang optimisme. SK Hynix bahkan berhasil melampaui Samsung Electronics sebagai perusahaan tercatat dengan nilai pasar terbesar di Korea Selatan. Samsung sendiri melaporkan bahwa penjualan chip memori HBM4 telah menembus angka satu miliar dolar AS dalam empat bulan sejak peluncurannya.
Di kawasan China, indeks CSI 300 melemah 0,77 persen. Namun, sejumlah bursa lain justru mencatat penguatan tipis. Indeks Straits Times Singapura naik 0,39 persen, Shanghai Composite menguat 0,03 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,02 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,03 persen.
Pergerakan bursa Asia ini mengikuti Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan Senin setelah investor kembali beraktivitas usai libur panjang. Indeks Nasdaq Composite menjadi yang paling tertekan akibat pelemahan saham teknologi, turun 1,3 persen ke level 26.166,60. Indeks S&P 500 juga terkoreksi 0,4 persen ke level 7.472,79. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average bergerak berlawanan arah dengan mencatat kenaikan 0,3 persen atau 148,01 poin ke level 51.712,71.
Di Eropa, perdagangan berlangsung beragam. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,7 persen dan DAX Jerman menguat 0,6 persen, sementara CAC 40 Prancis melemah 0,3 persen.
Artikel Terkait
Pemilik Baru SONA Wajib Lakukan Tender Offer, Harga Beli Saham Ditetapkan Rp2.284 per Lembar
Prospek Positif Logam dan Pertambangan di Tengah Penguatan Harga Nikel-Tembaga, Meski Royalti Masih Mengambang
Wall Street Beragam: Dow Menguat, Nasdaq Anjlok Akibat Saham Teknologi Besar dan SpaceX
Wall Street Beragam: Dow Menguat, Nasdaq Tertekan Ambrolnya Saham SpaceX