IMstitute dan MR D.I.Y. Kolaborasi Perkuat Jaringan Guru Jelang Hari Guru Nasional

- Selasa, 02 Desember 2025 | 19:40 WIB
IMstitute dan MR D.I.Y. Kolaborasi Perkuat Jaringan Guru Jelang Hari Guru Nasional

Menyambut Hari Guru Nasional tahun depan, Indonesia Mengajar Learning Institute (IMstitute) menggandeng MR D.I.Y. Indonesia untuk sebuah program khusus. Tema besarnya adalah 'Guru Berdaya: Kolaborasi untuk Pendidikan'. Intinya, mereka ingin ciptakan ruang belajar yang lebih hidup, lintas kota, lengkap dengan pelatihan dan wadah berbagi cerita. Tujuannya jelas: perkuat kualitas pembelajaran dan bangun ekosistem pendidikan yang benar-benar kolaboratif.

Latar belakangnya sih sederhana. Dunia pendidikan sekarang ini tantangannya makin kompleks. Peran guru nggak cuma lagi soal mengajar di depan kelas. Mereka sekarang harus jadi fasilitator, motivator, sekaligus penggerak di lingkungan belajarnya. Sayangnya, banyak dari mereka masih bergerak sendiri-sendiri, berjuang sendirian menghadapi perubahan yang begitu cepat. Nah, inisiatif ini lahir untuk menjawab itu semua dengan memperkuat jejaring antar pendidik.

Alief Bagus Wicaksono, Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar, menekankan betapa krusialnya ruang kolaborasi ini.

"Selama 15 tahun perjalanan kami, kami menyaksikan langsung dedikasi guru-guru di pelosok Indonesia. Mereka bekerja dalam segala keterbatasan, tapi semangatnya satu: memastikan anak-anak tetap bisa belajar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).

"Mereka adalah fondasi. Karena itulah, lewat IMstitute, komitmen kami adalah mendampingi mereka untuk terus berkembang. Kolaborasi dengan MR.D.I.Y. Indonesia di momen Hari Guru ini adalah bentuk nyata dari komitmen itu sebuah bentuk hormat dan terima kasih. Kami yakin, ekosistem pendidikan yang hidup hanya bisa tumbuh dari kolaborasi. Cara terbaik menghargai guru yang TerusBekerja ya dengan IkutBekerja bersama mereka."

Alief juga menambahkan bahwa ke depan, ruang kolaborasi ini akan terus diperluas agar lebih banyak guru yang bisa terlibat dan menciptakan perubahan.

Di sisi lain, kemitraan dengan MR D.I.Y. ini dinilai sangat strategis. Jaringan ritelnya yang luas di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperbesar jangkauan program, sekaligus selaras dengan misi menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berdampak.

Rika Juniaty Tanzil, CFO MR D.I.Y. Indonesia yang juga menangani ESG, menjelaskan alasan perusahaan turut mendukung.

"Ini adalah bagian dari kontribusi nyata kami untuk dunia pendidikan. Guru adalah pilar utama pembentuk generasi masa depan. Melalui kolaborasi dengan IMstitute, kami berharap bisa memberi dukungan berarti bagi para pendidik yang tak pernah berhenti menginspirasi," kata Rika.

Rangkaian acara HGN 2025 sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak Oktober lalu. Lewat program 'Visit Sekolah', para guru diajak melihat langsung berbagai model sekolah dari negeri, alam, hingga internasional. Lalu di November, digelar pelatihan daring soal kolaborasi kokurikuler dan sinergi guru-orang tua, yang diikuti ratusan peserta.

Tak cuma itu, IMstitute juga memperluas program komunitas daerahnya, EcosystIMs, ke empat kota: Jakarta, Lampung, Yogyakarta, dan Malang. Program ini jadi semacam hub lokal tempat guru-guru berjejaring dan berbagi praktik baik, termasuk lewat inisiatif apresiasi seperti 'Surat Untuk Rekan Guruku'.

Puncak acaranya digelar Sabtu, 29 November. Ada pelatihan bertema kolaborasi, sesi apresiasi, talkshow, plus pameran praktik baik guru. Talkshow-nya sendiri menghadirkan empat nama: Hikmat Hardono, Warih Wijayanti, Toto Rahardjo, dan Arninta Puspitasari. Mereka membahas tuntas peran guru, orang tua, dan komunitas dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Sebuah diskusi yang tepat untuk mengakhiri rangkaian perayaan yang penuh makna ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar