Seorang pemuda berinisial TA (23) nekat menusuk tetangganya sendiri, AJ (35), hingga tewas di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa tragis ini dipicu oleh rasa dendam yang dipendam pelaku karena pernah ditinggalkan korban di sebuah pondok pesantren.
Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah mengungkapkan bahwa motif penusukan tersebut murni didasari oleh perasaan marah dan dendam. Pelaku merasa sakit hati karena saat diantar ke pondok pesantren di Garut, korban langsung pergi meninggalkannya. “(Pelaku) dendam. Dia merasa marah aja karena dia, waktu diantar ke pondok pesantren di Garut, itu ditinggalkan sama si korban. Jadi pas ketemu itu marah,” ujar Kompol Agung saat dihubungi wartawan, Selasa (16/6/2026).
Menurut penjelasan polisi, korban bertindak sebagai pengantar atas perintah orang tua pelaku. Namun, setelah tiba di lokasi pesantren, terjadi kesalahpahaman yang memicu emosi pelaku. “Ini kan ke pondok pesantren disuruh orang tuanya itu, diantar ke pondok pesantren. Ditinggalinnya dia berarti ada salah paham, dia mungkin agak emosi marah, dendam gitu, sementara ini,” tuturnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab korban memutuskan untuk meninggalkan pelaku di pesantren. “Itu makanya, lagi di dalam penyelidikan ini kenapa ditinggalin,” jelas Kompol Agung.
Sebelumnya, AJ (35) dilaporkan menjadi korban penusukan oleh TA di lokasi yang sama. Korban dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Betul (korban ditusuk tetangganya). Korban meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit,” kata Kapolsek Kemayoran saat dihubungi wartawan, Senin (15/6).
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan dua luka tusukan pada tubuh korban. Pelaku sendiri telah diamankan oleh aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian. “Luka dua tusukan. Sekarang masih proses penyelidikan BAP dari para saksi. Diduga pelaku atas nama TA sudah ditangkap,” ucap Agung.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. Berdasarkan penyelidikan sementara, peristiwa berdarah ini dipicu oleh dendam pribadi. “Barang bukti berupa pisau. Masih pendalaman apakah ada unsur perencanaan. Motif dendam,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Penumpang Kereta Api PSO Naik 7,9 Persen pada Januari-Mei 2026
MUI Imbau Umat Tak Perpanjang Polemik Perbedaan Awal Tahun Hijriah
Pemerintah Kota Palangka Raya Tingkatkan Kerja Sama dengan Jamkrindo untuk Perkuat Pembiayaan UMKM dan Proyek Daerah
Perempuan Asal Antapani Dilaporkan Hilang Tiga Tahun, Ditemukan Terluka Berat di RSHS Bandung Usai Diduga Dianiaya Kekasih