Iran dan Amerika Serikat akhirnya mencapai kesepakatan damai yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) setelah berbulan-bulan terlibat dalam konflik terbuka. Kesepakatan itu, menurut pernyataan resmi Teheran, tidak berdiri sendiri melainkan terikat erat dengan posisi Israel dalam peta negosiasi kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa dalam proses perundingan, Washington dan Tel Aviv merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan Israel terhadap Lebanon atau kelanjutan pendudukan atas wilayah Lebanon sejak saat ini akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian sementara dengan Amerika Serikat.
“Menurut pandangan kami, kedua pihak dalam memorandum ini adalah AS dan Israel di satu sisi, serta Iran dan Hizbullah di sisi lain,” ujar Araghchi dalam pernyataan yang dikutip dari media internasional.
Sejak awal konflik, Iran bersikukuh bahwa front perlawanan di Iran dan Lebanon tidak dapat dipisahkan. Keduanya, menurut Teheran, merupakan satu medan perjuangan yang saling terkait. Sikap ini menjadi dasar bagi Iran dalam menuntut agar kesepakatan dengan AS juga mencakup penghentian pendudukan Israel atas Lebanon.
Sementara itu, Lebanon sendiri telah lama menjadi arena pertarungan kepentingan berbagai kekuatan regional dan internasional. Pengaruh Iran di negara itu mengalami penurunan signifikan setelah perang besar terakhir pada akhir tahun 2024, ketika Hizbullah sekutu utama Teheran menderita sejumlah kemunduran militer. Akibatnya, keseimbangan kekuatan di Lebanon bergeser ke arah kubu yang berseberangan dengan Iran.
Namun, Araghchi tetap optimistis bahwa Hizbullah masih akan memiliki pengaruh di Lebanon. Ia menegaskan bahwa Iran meyakini nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup komitmen untuk mengakhiri pendudukan Israel atas Lebanon, sebuah poin yang menjadi syarat utama bagi Teheran dalam menyetujui perjanjian tersebut.
Artikel Terkait
Wamendagri Dorong Mahasiswa Miliki Mental Aktivis, Keahlian Global, dan Jiwa Nasionalis
Pemerintah Kota Palu Tutup Sementara Jembatan Palu III Usai Gempa M 6,7, Temukan Retakan Struktur
Satgas PRR Dorong Percepatan Rehabilitasi Tiga Provinsi Pasca-Bencana, Anggaran Mulai Cair
Irak Hadapi Norwegia di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026, Haaland Jadi Ancaman Utama