Timnas Iran Dipulangkan Paksa dari AS Usai Laga Uji Coba, Pelatih dan Pemain Protes Keras

- Selasa, 16 Juni 2026 | 16:30 WIB
Timnas Iran Dipulangkan Paksa dari AS Usai Laga Uji Coba, Pelatih dan Pemain Protes Keras

Keputusan sepihak yang memaksa Timnas Iran meninggalkan Amerika Serikat hanya beberapa jam setelah pertandingan persahabatan melawan Selandia Baru memicu kemarahan para pemain dan pelatih. Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya tidak masuk akal, tetapi juga mengganggu proses pemulihan fisik yang sangat dibutuhkan usai laga sengit yang berakhir imbang 2-2 di Inglewood, California, pada Selasa (16/6/2026).

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka. Menurut rencana awal, skuad Tim Melli dijadwalkan menginap satu malam di California untuk memulihkan kondisi. Namun, situasi berubah drastis ketika mereka justru diperintahkan segera kembali ke kamp latihan di Tijuana, Meksiko, tanpa penjelasan yang memadai.

“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk memulihkan kondisi. Setelah pertandingan hari ini, mereka mengatakan kepada kami, ‘Kalian harus segera pergi’,” ujar Ghalenoei. Ia menambahkan bahwa keputusan itu sangat mengganggu ritme tim, terutama setelah pertandingan dengan intensitas tinggi.

“Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami diminta naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana. Kami benar-benar terganggu oleh hal itu,” lanjut pelatih berusia 63 tahun itu. Ghalenoei juga mengaku tidak mengetahui pihak mana yang mengeluarkan perintah tersebut, dan ia merasa seolah-olah ada pihak lain yang mengatur seluruh rencana perjalanan tim tanpa koordinasi yang jelas.

“Kami tidak tahu mengapa kami dipulangkan, sejujurnya. Saya pikir ini sangat aneh, seolah-olah orang lain yang mengatur semua rencana untuk kami,” tegasnya. Ia bahkan menyebut timnya sebagai “tim yang paling tertindas di Piala Dunia ini” karena terus menghadapi kendala di luar lapangan.

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh kapten tim, Mehdi Taremi. Ia menilai situasi ini sangat merugikan, terutama di tengah ketatnya jadwal kompetisi. Menurutnya, dampak langsung dari keputusan tersebut terasa pada persiapan tim yang tidak berjalan optimal.

“Kami harus meninggalkan Los Angeles sekarang juga dan itu tidak baik bagi kami,” kata Taremi. Ia pun mendesak FIFA untuk memberikan perhatian lebih terhadap nasib timnya. “Saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini. Segalanya benar-benar seperti bencana bagi kami,” tegasnya.

Di sisi lain, insiden ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Iran selama gelaran Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah staf tim juga mengalami kendala visa untuk memasuki Amerika Serikat, sehingga operasional tim tidak berjalan ideal. Situasi di luar lapangan ini pun menjadi sorotan tajam, terutama di tengah upaya tim untuk tampil kompetitif di panggung sepak bola dunia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar