Aurelie Moeremans Buka Luka Masa Lalu Demi Suarakan Bahaya Child Grooming

- Minggu, 18 Januari 2026 | 14:00 WIB
Aurelie Moeremans Buka Luka Masa Lalu Demi Suarakan Bahaya Child Grooming

JAKARTA - Aurelie Moeremans punya perasaan campur aduk. Bukunya, Broken Strings, tiba-tiba ramai dibicarakan. Tapi justru di situ letak rasa syukurnya. Kisah kelam tentang child grooming yang dia alami dulu, kini bisa jadi pelajaran. Bukan cuma untuk dia, tapi untuk banyak orang.

Itulah alasan dia merilis buku itu dan membagikannya secara gratis. Aurelie berharap, dengan membaca pengalamannya, kesadaran masyarakat akan bahaya child grooming bisa meningkat. Dampaknya pada kehidupan seorang perempuan, menurutnya, sangatlah besar dan berkepanjangan.

Lewat Instastory-nya belum lama ini, dia menyelipkan pesan haru. Pesan itu ditujukan untuk siapa saja yang sudah membuka lembaran Broken Strings.

"Ini bukan tentang aku. Ini tentang awareness, supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak. Supaya anak muda tahu ciri-ciri grooming dan bisa mengenalinya sejak awal, supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat," kata Aurelie, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, menyuarakan masa lalu bukan sekadar curhat. Ada tujuan yang lebih dalam.

"Kisahku hanya satu dari jutaan kasus serupa yang sering tidak terlihat, tidak dipercaya, dan disalahpahami. Dan kalau dengan bersuara aku bisa mencegah satu anak saja harus melewati apa yang aku lalui, maka itu sudah lebih dari cukup," ungkapnya.

Dia menambahkan, "This is huge for me. Bukan karena ceritanya, tapi karena harapan agar tidak ada lagi anak muda yang harus diam, bingung dan terluka sendirian."

Seperti diketahui, Aurelie menarik perhatian publik setelah mengungkap pengalaman grooming yang dialaminya sejak usia 15 tahun. Semua itu dia tuangkan dalam Broken Strings. Kisah itu diduga kuat terjadi sekitar masa dia dipaksa menikah dengan aktor Roby Tremonti.

Pengalaman sebagai korban grooming yang dialami istri Tyler Bigenho ini langsung menyentuh banyak netizen. Dalam bukunya, Aurelie juga menceritakan berbagai manipulasi dan trauma yang harus dia tanggung akibat kejadian itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar