PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) resmi mengumumkan rencana penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) yang akan dilakukan oleh pengendali baru perseroan, PT Pratama Citra Karunia. Langkah korporasi ini merupakan konsekuensi dari proses pengambilalihan saham yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya.
Periode pelaksanaan tender offer ditetapkan mulai 23 Juni hingga 22 Juli 2026. Dalam rentang waktu tersebut, pengendali baru akan membeli sebanyak-banyaknya 50.537.720 lembar saham SONA, atau setara dengan 7,63 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dengan harga penawaran yang dipatok sebesar Rp2.284 per saham, nilai maksimum transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp115,43 miliar.
Aksi korporasi ini tidak dapat dilepaskan dari akuisisi 45 persen saham SONA oleh PT Pratama Citra Karunia dari DFS Venture Singapore (Pte) Ltd yang terjadi pada April 2026. Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Peraturan No. 9/POJK.04/2018, setiap pihak yang menjadi pengendali baru setelah pengambilalihan wajib melaksanakan penawaran tender kepada pemegang saham publik.
Sementara itu, pergerakan harga saham SONA di bursa menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Selasa (23/6/2026), harga saham emiten pariwisata ini ditutup menguat 1,76 persen ke level Rp2.310. Dalam sepekan terakhir, saham SONA tercatat telah menguat 12,68 persen, sementara dalam sebulan terakhir pertumbuhannya mencapai 2,21 persen.
Artikel Terkait
Dolar AS Menguat, Yen Tertekan Mendekati Level Terendah Empat Dekade
Bursa Asia Bervariasi, Nikkei dan Kospi Terkoreksi di Tengah Tekanan Saham Teknologi
Prospek Positif Logam dan Pertambangan di Tengah Penguatan Harga Nikel-Tembaga, Meski Royalti Masih Mengambang
Wall Street Beragam: Dow Menguat, Nasdaq Anjlok Akibat Saham Teknologi Besar dan SpaceX