Insiden mengejutkan terjadi sebelum laga persahabatan Inggris melawan Ghana di Gillette Stadium, Boston. Djed Spence, bek timnas Inggris, menjadi satu-satunya pemain yang menolak berjabat tangan dengan gelandang Ghana, Thomas Partey, saat prosesi wajib sebelum pertandingan dimulai. Momen yang luput dari siaran resmi televisi itu terekam oleh kamera penonton dan langsung memicu perdebatan luas di media sosial.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memberikan kebebasan penuh kepada para pemain untuk menentukan sikap mereka saat prosesi jabat tangan melawan Ghana. Partey, yang menjabat sebagai wakil kapten Ghana, tampil sebagai starter di lini tengah setelah sebelumnya absen pada laga pembuka karena ditolak masuk ke Kanada. Ini menjadi penampilan pertamanya di turnamen tersebut.
Gelandang berusia 32 tahun itu saat ini tengah menunggu proses persidangan di London atas tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual. Partey telah menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Saat prosesi jabat tangan berlangsung, kamera televisi memilih beralih ke sudut lain lapangan sehingga tidak menampilkan momen Partey melintas di barisan pemain Inggris. Namun, rekaman dari penonton yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Djed Spence sebagai satu-satunya pemain Inggris yang tidak mengulurkan tangan kepada Partey.
Jurnalis Owuraku Ampofo yang hadir langsung di stadion menulis di media sosial X, “Dari posisi saya duduk di stadion, terlihat Djed Spence mengabaikan Thomas Partey dalam jabat tangan sebelum laga.”
Laporan tersebut diperkuat jurnalis ESPN James Olley yang menulis, “Terlihat Djed Spence tidak berjabat tangan dengan Thomas Partey sebelum kick-off di sini.”
Spence, yang mencatatkan starter pertamanya di Piala Dunia setelah tampil impresif sebagai pemain pengganti pada laga sebelumnya, juga tercatat sebagai pemain Muslim pertama Inggris yang tampil di ajang Piala Dunia. Sikapnya itu langsung menjadi sorotan publik.
Partey saat ini bermain untuk Villarreal di Spanyol setelah meninggalkan Arsenal secara gratis pada 2025. Dia sempat dua musim bermain bersama Declan Rice di Arsenal. Pengacara Partey, Jenny Wiltshire, menyatakan kliennya “terus menyangkal seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.”
Di stadion, nama Partey sempat mendapat sorakan keras saat diumumkan dalam susunan pemain Ghana, dan cemoohan terdengar setiap kali dia menyentuh bola. Insiden jabat tangan ini menambah daftar panjang kontroversi yang mengiringi karier sang gelandang di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Artikel Terkait
Ronaldo Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026: Jadi Pemain Pertama yang Mencetak Gol di Enam Edisi Berbeda
Duel Hidup Mati Inggris vs Ghana di Grup L: Thomas Tuchel Waspadai Kebangkitan Benjamin Asare
Norway Lolos ke Babak 32 Besar: Brace Haaland Bungkam Senegal di Laga Hidup Mati
Duel Hidup Mati Inggris vs Ghana di Grup L: Thomas Tuchel Waspadai Kebangkitan Benjamin Asare