Persyaratan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu gerbang utama yang harus dilewati calon pendaftar Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026. Sertifikat Test of English as a Foreign Language (TOEFL) merupakan dokumen krusial yang wajib dilampirkan, baik untuk program magister (S2) maupun doktoral (S3), dengan tujuan studi di dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, memahami jenis TOEFL yang diakui serta skor minimal yang ditetapkan menjadi langkah strategis agar peluang lolos seleksi administrasi semakin besar.
LPDP secara resmi mengakui dua jenis tes TOEFL. Pertama, TOEFL iBT (Internet-Based Test) yang mengukur empat keterampilan berbahasa Inggris, yaitu mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Tes berbasis internet ini menjadi standar internasional dan diterima oleh berbagai universitas di dunia. Untuk kebutuhan LPDP, skor TOEFL iBT yang biasanya diminta berada pada kisaran 80 hingga 100, tergantung pada persyaratan universitas tujuan. Kedua, TOEFL ITP (Institutional Testing Program) yang mengukur kemampuan mendengarkan, struktur dan ekspresi tertulis, serta membaca. Meskipun diakui LPDP, tes ini umumnya hanya berlaku untuk pendaftaran perguruan tinggi di dalam negeri dan tidak dapat digunakan untuk mendaftar ke sebagian besar universitas di luar negeri.
Di sisi lain, peserta perlu waspada karena tidak semua sertifikat TOEFL dapat digunakan. TOEFL Prediction atau tes yang diselenggarakan oleh lembaga tidak resmi umumnya tidak diterima dalam proses seleksi LPDP. Dengan demikian, calon pendaftar harus memastikan mengikuti tes di lembaga resmi dan terakreditasi agar hasilnya sah.
Rincian skor minimal TOEFL untuk pendaftaran LPDP 2026 dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan dan tujuan studi. Untuk program magister (S2) di dalam negeri, skor minimal TOEFL ITP adalah 500, sementara TOEFL iBT setara minimal 60. Sementara itu, untuk program S2 di luar negeri, skor TOEFL ITP minimal 550 dan TOEFL iBT minimal 80. Beberapa kampus ternama di luar negeri bahkan menetapkan persyaratan lebih tinggi, mulai dari 90 hingga 100 untuk TOEFL iBT.
Untuk program doktoral (S3), persyaratan skor lebih tinggi. Bagi pendaftar S3 dalam negeri, skor minimal TOEFL ITP adalah 530 dan TOEFL iBT minimal 70. Adapun untuk program S3 di luar negeri, skor TOEFL ITP minimal 570 dan TOEFL iBT minimal 90. Universitas kelas dunia kerap menetapkan ambang batas skor lebih dari 100 pada TOEFL iBT.
Selain kemampuan bahasa Inggris, LPDP juga menetapkan syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal. Untuk program magister, IPK minimal adalah 3,00 dari skala 4,00. Sementara itu, untuk program doktoral, IPK minimal yang harus dipenuhi adalah 3,25 dari skala 4,00. Kedua persyaratan ini menjadi komponen penting yang harus dipersiapkan secara matang oleh setiap calon pendaftar.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Joget Bersama Warga saat Kunjungan ke SMKN 2 Talaud di Pulau Miangas
Kepala Desa dan Lurah di Takalar Keluhkan Jalan Rusak dan Jembatan Gantung ke Anggota DPR
MUI Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Sinkronisasi Pilah Sampah di Seluruh Daerah untuk Atasi Darurat Limbah Nasional