Harga batu bara dan nikel yang stabil di pasar global membuka sebuah peluang. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengisyaratkan, pemerintah sedang mempertimbangkan relaksasi produksi untuk kedua komoditas ini. Namun begitu, langkah itu tak akan dilakukan sembarangan.
“Kalau harga stabil dan terus bagus, kita akan membuat bagaimana relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi,” ujar Bahlil.
Dia menegaskan hal itu di Istana Negara, Rabu malam (25/3/2026). Menurutnya, semua kebijakan harus tetap dalam koridor koordinasi yang ketat dengan pasar. Tujuannya jelas: menghindari banjir pasokan yang justru bisa menjatuhkan harga.
Di sisi lain, Bahlil telah melaporkan perkembangan terbaru ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari pertemuan itu, ada arahan yang sangat tegas.
“Presiden memerintahkan agar kepentingan negara menjadi prioritas di atas segalanya, dan kita harus menjaga sumber daya alam sebagai aset bangsa,” tutur Bahlil.
Arahan itu menjadi kompas. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis. Artinya, kebijakan produksi tidak boleh hanya memikirkan keuntungan sesaat. Faktor keberlanjutan dan ketahanan sumber daya untuk masa depan justru lebih penting.
Dengan pendekatan hati-hati ini, harapannya stabilitas harga bisa dipertahankan. Sementara itu, ruang untuk memaksimalkan produksi tetap ada, meski harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi global yang masih fluktuatif.
Sebelumnya, Kementerian ESDM sebenarnya sudah memangkas target produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2026. Produksi batu bara ditetapkan di bawah 600 juta ton. Untuk nikel, angkanya dibatasi pada kisaran 250 hingga 260 juta ton.
Jadi, wacana relaksasi yang kini mengemuka akan sangat terukur. Semuanya bergerak dalam kerangka yang sudah ditetapkan, dengan satu tujuan utama: menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.
Artikel Terkait
BRI Salurkan 5.000 Hewan Kurban di Momentum Iduladha 2026
Pentagon Revisi Data Korban Operasi Epic Fury: 14 Tentara AS Tewas dalam Konflik dengan Iran
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram
Masjid At Taqwa Bekasi Gunakan Alat Perebah Sapi Rakitan Sendiri untuk Kurban Iduladha