Masjid At Taqwa Bekasi Gunakan Alat Perebah Sapi Rakitan Sendiri untuk Kurban Iduladha

- Rabu, 27 Mei 2026 | 14:15 WIB
Masjid At Taqwa Bekasi Gunakan Alat Perebah Sapi Rakitan Sendiri untuk Kurban Iduladha

Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami At Taqwa, Perumahan Duta Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, berlangsung dengan cara yang tidak biasa pada perayaan Iduladha tahun ini. Panitia mengandalkan alat perebah atau peroboh sapi hasil rakitan sendiri untuk mempermudah proses penyembelihan dan memastikan hewan tetap dalam kondisi tenang.

Alat berbahan besi ini dirancang khusus agar sapi tidak mengamuk saat hendak disembelih. Selain itu, keberadaan alat tersebut membantu panitia yang sebelumnya kerap kesulitan saat merebahkan hewan kurban. Ketua Panitia Kurban Masjid At Taqwa, Radyo, menjelaskan bahwa inovasi ini sudah digunakan sejak tahun lalu dan dibuat bersama dengan tukang las.

“Alat ini kami pakai sudah mulai dari tahun kemarin, sehingga memudahkan untuk merebahkan sapi. Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya, untuk merebahkan sapi agak sulit. Maka kami menggunakan alat seperti ini,” kata Radyo di Bekasi, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurut Radyo, penggunaan alat tersebut juga berdampak positif pada kondisi psikologis hewan. Sapi tidak mengalami stres saat dipindahkan dari tempat penampungan menuju lokasi penyembelihan. “Biar tidak mengamuk dan juga sapi itu tidak merasa stres waktu dibawa dari penampungan ke tempat pemotongan,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan kurban, panitia telah melakukan sosialisasi kepada para jamaah yang ingin berkurban. Mereka diwajibkan mendaftar minimal satu pekan sebelum hari raya. Proses penyembelihan sendiri dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Pada tahun ini, Masjid At Taqwa menyembelih sembilan ekor sapi dan 30 ekor kambing dari para jemaah. Panitia menargetkan proses penyembelihan selesai hingga sore hari, dan daging kurban akan langsung didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Berbeda dengan tempat lain, distribusi daging kurban di masjid ini tidak menggunakan kupon. Panitia menunjuk koordinator di setiap lorong dan jalan untuk membagikan daging secara langsung ke rumah-rumah warga. “Biasanya kurang lebih 1.500 kantong, terdiri dari daging sapi dan kambing dengan berat sekitar satu kilogram per kantong,” tutup Radyo.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags