Warga Belanda Tewas Dianiaya Dua Orang Tak Dikenal di Vila Badung

- Kamis, 26 Maret 2026 | 08:30 WIB
Warga Belanda Tewas Dianiaya Dua Orang Tak Dikenal di Vila Badung

Malam itu di Badung, Bali, berakhir tragis. Rene Pouw, warga negara Belanda berusia 49 tahun, tewas setelah dianiaya dua orang tak dikenal di kawasan Villa Amira. Peristiwa nahas ini terjadi Senin (23/3) malam. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

Menurut penjelasan Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Pejabat Sementara Kasubsipenmas Polres Sihumas Polres Badung, serangan itu terjadi justru di depan Villa Amira nomor 1. Padahal, korban sendiri tinggal di vila nomor 3.

Saat kejadian, Pouw sedang pulang bersama pacarnya, seorang perempuan lokal berinisial PI (30). Di depan vila nomor 1, mereka melihat dua orang berboncengan motor tiba-tiba berbalik arah mendekat. Merasa situasi tak beres, Pouw langsung meminta pacarnya lari masuk ke dalam vila dan mengunci pintu.

"Dua orang tersebut langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau," ujar Ayu dalam keterangannya, Selasa (24/3).

PI sendiri sempat menjadi target. Tapi, saat pelaku mendatangi vila tempatnya bersembunyi, mereka tak menemukannya. Perempuan itu memilih bersembunyi di vila nomor 4 yang gelap, dan baru berani keluar setelah yakin para pelaku telah pergi.

Begitu pelaku pergi, PI mendatangi Pouw yang sudah tak berdaya. Ia berteriak minta tolong, melihat kondisi sang kekasih yang penuh luka.

"Luka korban di bagian leher, wajah, lengan kiri, bahu kiri, punggung di bagian kiri akibat dari sajam," jelas Ayu.

Pouw kemudian dilarikan ke RS BIMC. Sayangnya, segalanya sudah terlambat.

Polisi kini masih menyelidiki. Sejumlah saksi, termasuk PI, telah dimintai keterangan. Pengumpulan bukti di TKP dan penelusuran rekaman CCTV terus digenjot untuk mengungkap identitas pelaku.

Ciri-Ciri Dua Pelaku yang Dicari

Dari keterangan saksi, polisi mulai mendapatkan gambaran. Pelaku berjumlah dua orang, berboncengan menggunakan motor matic.

"Dugaan awal dua orang pelaku yang sempat dilihat oleh saksi dengan ciri-ciri satu pelaku menggunakan jaket ojol berwarna hitam hijau," kata Ayu.

Jaket khas pengemudi ojek online itu dipakai oleh pelaku yang mengendarai motor. Dia juga mengenakan masker biru dan helm hitam. Sementara pelaku yang dibonceng, cirinya berbeda.

"Satu pelaku lain menggunakan baju berwarna oranye," ucap Ayu.

Orang ini tidak mengenakan helm maupun masker sama sekali.

Pemeriksaan Saksi dan Kendala di Lapangan

Hingga Rabu (25/3), polisi telah memeriksa lima orang saksi. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pemeriksaan ini masih mungkin berkembang.

"Sejauh ini untuk pemeriksaan terhadap para saksi sudah kita lakukan terhadap 5 saksi dan ini mungkin akan berkembang kepada saksi-saksi lainnya," kata Joseph Edward Purba.

Saksi-saksi itu meliputi pacar korban, warga sekitar, dan orang yang kebetulan melintas. Dari mereka, polisi berusaha menyusun puzzle identitas pelaku.

"Jadi dari saksi, dalam hal ini teman dekat korban yang pada saat kejadian itu berlangsung menyampaikan bahwa pelaku adalah dua orang, untuk ciri-ciri apakah dia itu warga negara asing ataupun lokal masih kami dalami," sambungnya.

Namun begitu, penyelidikan tak berjalan mulus. Kendala utama justru datang dari minimnya alat bukti elektronik di lokasi.

"Memang CCTV yang berada di sekitaran TKP atau dekat-dekat terjadinya perkara itu memang minim atau tidak ada," katanya.

Hanya ada satu kamera di ujung gang, yang jangkauannya terbatas. Polisi pun terpaksa mengandalkan penyelidikan ilmiah konvensional untuk mengejar pelaku.

Tim Khusus Dibentuk

Tekad untuk mengungkap kasus ini tampak serius. Polisi bahkan membentuk tim khusus yang melibatkan unsur Polsek dan Satreskrim Polres Badung.

"Tentunya dalam penanganan ini, karena ini memang menjadi atensi juga daripada pimpinan, kami telah menugaskan tim terpadu ya tentunya... untuk mengefektifkan, mengefesienkan pengungkapan kasus ini," tegas Kapolres Purba.

Lima saksi terus diperiksa ulang. Langkah demi langkah diambil, meski dengan segala keterbatasan bukti. Pencarian terhadap dua pria dengan jaket ojol hitam-hijau dan baju oranye terus menjadi prioritas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar