Menteri Keuangan Sebut Birokrasi BUMN Hambat Akuisisi PNM

- Kamis, 26 Maret 2026 | 12:15 WIB
Menteri Keuangan Sebut Birokrasi BUMN Hambat Akuisisi PNM

Jakarta – Rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) oleh Kementerian Keuangan ternyata masih tersendat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri mengaku bingung dengan kelambatan ini, padahal persetujuan prinsip dari pimpinan Danantara pemilik PNM saat ini sudah didapat.

“Kalau di sana [Danantara], di atas katanya sudah setuju. Di bawahnya saya tidak tahu,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Kamis (26/3/2026).

Dia menduga birokrasi BUMN menjadi penyebabnya. “Sepertinya sana juga kayak birokrasi kan, BUMN, memang lambat. Bosnya bilang iya, tapi tidak dijalankan,” tambahnya.

Meski begitu, prosesnya tetap berjalan, meski pelan. Purbaya menegaskan niatnya untuk membawa PNM langsung di bawah pengawasan Kemenkeu masih kuat. Tujuannya jelas: menjadikan PNM sebagai ujung tombak penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Purbaya, dengan mengendalikan langsung, fungsi pengawasan akan jauh lebih optimal. Dia pernah mengeluh soal hal ini di hadapan Komisi XI DPR awal Februari lalu. Subsidi kredit dari APBN yang disalurkan lewat BRI, katanya, seringkali hasil akhirnya tak jelas kemana.

“Daripada saya pusing-pusing memeriksa bank lain bagaimana kerjanya. Kalau di bawah saya, saya bisa pecat. Kalau tidak dijalankan, kita pecat langsung,” ungkapnya tegas.

Di sisi lain, Purbaya menyoroti inefisiensi yang selama ini terjadi. Setiap tahun, APBN menanggung beban subsidi bunga hingga Rp40 triliun. Angka yang fantastis itu, dalam pandangannya, seolah menguap begitu saja tanpa jejak yang jelas.

Nah, skema baru ini diharapkan bisa mengubah segalanya. Dengan menempatkan dana di bawah institusi yang dikelola otoritas fiskal, dia memproyeksikan akan terjadi pembentukan modal yang masif.

“Saya kasih uang bunga subsidi Rp40 triliun setiap tahun, hilang. Kalau saya kasih di situ bergulir, lima tahun sudah punya Rp200 triliun, sudah jadi bank besar dia,” papar Purbaya.

Soal rencana konversi lembaga tersebut, dia memilih menahan diri. “Kalau bank besar, saya apain? Saya kan nanti akan "convert" ke... Nantilah,” ujarnya singkat.

Lantas, kapan proses akuisisi yang alot ini bisa beres? Mantan ketua dewan komisioner LPS ini cukup optimis. Dia meyakini prosesnya tak akan berlarut-larut dan berharap realisasi penuh bisa terjadi dalam tahun ini juga.

“Harusnya ada [potensi rampung tahun ini],” tutupnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar