Kementerian Pertanian menyatakan optimisme terhadap ketahanan produksi dan ketersediaan beras nasional di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kekeringan ekstrem pada pertengahan tahun ini.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipatif sejak awal tahun setelah menerima peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Saat ini kami fokus agar produksi tidak turun,” katanya dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin.
Sejumlah strategi teknis telah disiapkan untuk menghadapi musim kering. Upaya tersebut mencakup program pompanisasi, pipanisasi, serta pembangunan sumur bor guna memastikan lahan pertanian tetap dapat ditanami meskipun curah hujan menurun drastis.
Selain itu, Kementerian Pertanian mendorong peningkatan indeks pertanaman agar frekuensi tanam dan panen dalam setahun lebih optimal. Menurut Sudaryono, pemerintah menargetkan indeks pertanaman mendekati dua kali tanam dan dua kali panen dalam setahun, atau yang dikenal dengan istilah IP200. Ia menambahkan bahwa rata-rata frekuensi panen nasional saat ini masih di bawah dua kali setahun, sehingga perlu terus ditingkatkan.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan skenario terburuk dengan memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman. Sudaryono menyebutkan bahwa stok beras di gudang Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton. Ditambah dengan potensi produksi dari tanaman yang masih di sawah, atau standing crop, yang hampir mencapai 12 juta ton, serta stok beras di masyarakat sekitar 12 juta ton, total ketersediaan beras diperkirakan mencapai 28 juta ton.
“Sehingga stok di masyarakat sekitar 28 juta ton. Jika dibagi dengan konsumsi per bulan, maka ketahanan stok kita mencapai sekitar 10,8 bulan atau hampir 11 bulan,” ujarnya.
Sudaryono optimistis bahwa durasi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan masih dapat diantisipasi dengan kondisi cadangan pangan yang tersedia. “Sejauh ini ketersediaan bahan pangan kita, khususnya beras, dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bitung, Getaran Terasa Hingga Manado dan Ternate
Jadwal Salat Makassar 26 Mei 2026: Imsak Pukul 04.34 Wita, Subuh 04.44 Wita
Finnet Indonesia Salurkan 20 Laptop dan 6 Televisi ke Dua Yayasan Sosial untuk Dukung Pendidikan
Spanyol Umumkan Skuad Piala Dunia 2026 Tanpa Pemain Real Madrid, Barcelona Mendominasi