Petenis nomor satu Turki, Zeynep Sonmez, mencuri perhatian di Wimbledon 2026 dengan cara yang tak biasa. Ia memasang peredam getaran berbentuk semangka pada raketnya sebagai bentuk dukungan diam-diam untuk Palestina, menyiasati larangan panitia terhadap simbol politik.
Sonmez mengaku awalnya terbiasa memakai pin Palestina. Namun, setelah penyelenggara melarangnya, ia beralih ke aksesori peredam getaran karena pihak turnamen tidak memiliki dasar regulasi untuk melarangnya. "Saya ingin menunjukkan dukungan, tetapi harus kreatif karena aturannya ketat," ujarnya kepada Anadolu Agency.
Keputusan ini memicu diskusi dengan penyelenggara. Sonmez mempertanyakan mengapa simbol Ukraina diizinkan, sementara dukungan untuk Palestina dilarang. Meski sempat dikritik kelompok pro-Israel, All England Club akhirnya membela haknya, menyatakan peredam getaran tersebut tidak melanggar aturan simbol politik.
Semangka telah lama menjadi simbol solidaritas Palestina karena warnanya merah, hijau, putih, dan hitam yang sama dengan bendera Palestina. Buah ini juga populer di kalangan petani Palestina. Di luar aksi solidaritasnya, Sonmez yang berperingkat 51 dunia harus mengakui keunggulan petenis Amerika Serikat, Claire Liu, di babak kedua dengan skor 7-5, 6-3.
Artikel Terkait
Petarung Irlandia Kibarkan Bendera Palestina Usai Kalahkan Eks Tentara Israel di Roma
Deportasi Warga Palestina Tak Ganggu Hubungan RI-Palestina, Yusril Pastikan Tak Ada Penyerahan ke Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan ke Palestina Tak Bisa Ditawar
Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Dukung Penuh Kemerdekaan Palestina