Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di rentang 5.972 hingga 6.127 pada pembukaan perdagangan Jumat (10/7). Proyeksi ini muncul sehari setelah indeks ditutup menguat 39,069 poin atau 0,67 persen ke level 5.912,442.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan, indikator Stochastic K_D menunjukkan sinyal positif dan volume mulai menguat. Namun, RSI masih berada di zona negatif. "Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, volume mulai mengalami penguatan, namun RSI masih menunjukkan sinyal negatif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).
Pergerakan IHSG pada penutupan pekan ini diperkirakan berada dalam fase bullish consolidation dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Nafan menyebut, pasar sempat dikejutkan oleh rilis sentimen negatif dari S&P Dow Jones Indices yang menempatkan Indonesia dalam daftar pantau potensi downgrade ke frontier market pada 2027 akibat isu transparansi dan likuiditas.
Di sisi lain, sentimen geopolitik mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Pernyataan itu meningkatkan harapan konflik takkan meluas menjadi perang, sehingga mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko. "Harga minyak dunia mulai terkoreksi sehingga membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi gangguan pasokan energi global, maka hal ini memberikan sentimen positif bagi stock market," lanjut Nafan.
Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Jumat (10/7) meliputi AMMN, DEWA, dan MBMA.
Sementara itu, Pilarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat ke level 5.640 hingga 6.000. "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.640 - 6.000," tulis Pilarmas Sekuritas dalam keterangannya. Saham-saham yang direkomendasikan antara lain TINS, DEWA, dan VKTR.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Artikel Terkait
IHSG Ditutup Hijau di Sesi I, Rupiah Melemah ke Rp18.101
IHSG Dibuka Melemah ke 5.865, Tertekan Sektor Kesehatan dan Keuangan
IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Tertekan ke Rp 18.066 per Dolar AS
IHSG Melemah, Deretan Emiten Siap Bagikan Dividen pada Juli 2026