Wall Street Ditutup Mixed, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Optimisme AI

- Rabu, 27 Mei 2026 | 06:50 WIB
Wall Street Ditutup Mixed, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Optimisme AI

Wall Street menutup perdagangan dengan mayoritas indeks menguat pada Selasa (26/5/2026), didorong oleh optimisme sektor kecerdasan buatan (AI) yang berhasil mengimbangi kekhawatiran geopolitik terkait perundingan damai di Timur Tengah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq bahkan mencatatkan rekor penutupan tertinggi di tengah sentimen positif yang melanda pasar modal Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average justru melemah 118,02 poin atau 0,23 persen ke level 50.461,68. Sementara itu, S&P 500 menguat 45,65 poin atau 0,61 persen menjadi 7.519,12, dan Nasdaq Composite melesat 312,21 poin atau 1,19 persen ke posisi 26.656,18. Tak hanya itu, indeks S&P 500, Nasdaq, dan Russell 2000 juga berhasil menyentuh rekor tertinggi intraday, menegaskan kuatnya reli yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Di bursa Nasdaq, sebanyak 3.078 saham tercatat naik berbanding 1.785 saham yang turun, dengan rasio kenaikan terhadap penurunan mencapai 1,72 banding 1. Indeks S&P 500 mencatat 42 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan hanya satu rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 185 rekor tertinggi baru dan 70 rekor terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,85 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari terakhir yang sebesar 18,71 miliar saham.

Sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE melonjak 5,5 persen dan menyentuh rekor sepanjang masa. Saham Qualcomm naik hampir 4,5 persen setelah Bloomberg News melaporkan kesepakatan dengan ByteDance, pemilik TikTok, untuk memasok chip. Marvell Technology juga ditutup menguat 6 persen. Micron bahkan melonjak 19 persen dan mencapai nilai pasar 1 triliun dolar AS untuk pertama kalinya, setelah UBS menaikkan target harga sahamnya secara drastis dari 535 dolar AS menjadi 1.625 dolar AS.

Musim laporan keuangan kuartal pertama turut mendukung optimisme. Pertumbuhan laba diperkirakan mencapai 29 persen secara tahunan, jauh melampaui perkiraan awal yang hanya 16,1 persen sebulan lalu. Di New York Stock Exchange, saham yang naik mengalahkan yang turun dengan rasio 2,47 banding 1, dengan 627 rekor tertinggi baru dan 90 rekor terendah baru.

Para investor kini mulai mengalihkan perhatian ke penawaran umum perdana (IPO) beberapa perusahaan swasta AI terbesar, termasuk SpaceX. Namun, di tengah euforia, muncul peringatan dari para pelaku pasar senior. Kepala Investasi di Northlight Asset Management, Chris Zaccarell, mengingatkan bahwa lonjakan harga saham teknologi saat ini mengingatkan pada masa kejayaan akhir 1990-an.

“Bagi kami yang sudah berkecimpung di bidang ini cukup lama, lonjakan harga saham teknologi yang kita saksikan tahun ini mengingatkan pada masa kejayaan di akhir tahun 1990-an,” ujar Zaccarell.

“Mungkin juga, beberapa pelajaran yang dipetik setelah gelembung teknologi meledak lebih dari 25 tahun lalu akan mencegah hal yang sama terulang kembali,” lanjutnya.

Di sisi lain, pasar merasa lega setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran untuk menghentikan konflik mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa hari. Pernyataan ini meredakan ketegangan yang sempat membayangi pergerakan indeks.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags