GOIANIA - Rasanya baru kemarin Veda Ega Pratama merasakan euforia podium pertamanya di Brasil. Kini, pembalap muda asal Gunungkidul itu sudah menatap jauh ke depan. Targetnya jelas: hasil yang lebih tinggi di seri Moto3 Amerika Serikat 2026 mendatang.
Podium ketiga di Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Goiania, Minggu lalu, benar-benar jadi momen bersejarah. Di usianya yang baru 17 tahun, Veda tak cuma bersaing ketat dengan pembalap papan atas. Dia berhasil membuktikan diri. Prestasi ini tentu saja jadi angin segar bagi Honda Team Asia di tengah persaingan musim ini yang ketat.
Rasa bangga itu jelas terasa. Tapi, dalam benaknya, ada satu hal yang lebih kuat: keinginan untuk tidak berhenti di sini.
"Saya bangga mencapai hasil ini - ini adalah pencapaian terbesar saya saat ini. Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Indonesia dan atas semua dukungannya!," ujar Veda, seperti dikutip dari laman resmi timnya, Rabu (25/3/2026).
Pujian dan sorak-sorai dari Brasil belum juga reda, fokusnya sudah bergeser. Menuju Austin, Texas. Circuit of The Americas (CoTA) akan menjadi medan pertarungan berikutnya pada 27-29 Maret. Lintasan itu sama sekali belum dia kenal. Sebuah tantangan baru yang menunggu.
Namun begitu, podium di Brasil telah membuka sesuatu. Keyakinan. Peluang itu kini terlihat lebih nyata dan terbuka lebar.
"Saya tidak menyangka akan naik podium secepat ini," akunya.
Pengakuan jujur itu diikuti dengan tekad yang mengeras. Hasil tadi membuktikan dia mampu bertarung di level teratas. Tapi Veda bukan tipe yang cepat puas. Daripada terbuai, dia memilih untuk memikirkan langkah selanjutnya. Adaptasi adalah kuncinya.
"Tetapi sekarang saya tahu saya bisa bersaing dengan kelompok depan, jadi saya menginginkan lebih. Balapan selanjutnya di Amerika, dan itu akan menjadi lintasan baru bagi saya, tetapi saya akan terus belajar dan melakukan yang terbaik," tegasnya.
Modalnya sekarang ada dua: podium perdana yang manis, dan kepercayaan diri yang melambung. Dengan kombinasi itu, siapa yang bisa menebak? Veda Ega Pratama berpotensi kembali menciptakan kejutan di CoTA. Tentu, semua bergantung pada konsistensi dan seberapa cepat dia bisa memahami karakter lintasan barunya yang legendaris itu.
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Rencanakan Restrukturisasi Tim Usai Lolos dari Degradasi
Rizky Ridho Sindir Ironi: Main Kandang tapi Harus Naik Pesawat
Inter Milan Bantai Lazio 3-0, Juventus Taklukkan Lecce 1-0
Marc Marquez Dipastikan Absen di Dua Seri MotoGP Akibat Retak Tulang Kaki Kanan