Persebaya Hajar Arema 4-0, Strategi Serangan Balik Bernardo Tavares Kembali Terbukti Efektif

- Rabu, 29 April 2026 | 07:30 WIB
Persebaya Hajar Arema 4-0, Strategi Serangan Balik Bernardo Tavares Kembali Terbukti Efektif

HARIAN, BAL – Persebaya Surabaya benar-benar bikin heboh. Mereka menghajar Arema FC dengan skor telak 4-0 di pekan ke-30 Super League 2025/2026. Kemenangan ini bukan sekadar angka, tapi juga bukti kejelian Bernardo Tavares di bangku pelatih.

Pelatih asal Portugal itu ternyata meminjam gaya lama yang dulu ia pakai di PSM Makassar musim lalu. Fokusnya? Serangan balik. Dan hasilnya? Arema dibuat tak berkutik meski menguasai bola hingga 61 persen. Ya, Persebaya cuma punya 39 persen penguasaan bola, tapi golnya empat. Efisien banget, kan?

Di sisi lain, kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Persebaya atas rival beratnya sejak 2019. Bukan cuma itu, ini sekaligus menegaskan kalau Bajul Ijo memang layak disebut sebagai kekuatan utama liga musim ini. Mereka tampil ngotot, dan hasilnya bicara.

Pertandingan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4) petang WIB. Cuaca panas sempat bikin permainan lambat di babak pertama. Tapi begitu masuk babak kedua, semuanya berubah drastis.

Francisco Rivera jadi bintang lapangan. Dua gol dan satu assist ia sumbangkan. Penampilannya bikin lini serang Persebaya tampil begitu mematikan. Apalagi di babak kedua, serangan mereka terasa lebih tajam dan terarah.

Dua gol lainnya lahir dari kaki Jefferson Silva dan Mikael Tata. Keduanya memanfaatkan serangan balik cepat saat Arema lengah mereka terlalu fokus menyerang, lupa pertahanan. Gol cepat di menit ke-50 jadi titik balik. Setelah itu, kepercayaan diri pemain Persebaya melonjak drastis. Pertandingan pun berubah total.

Strategi Matang Pelatih Bernardo Tavares

Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, blak-blakan soal cuaca. Menurutnya, panas terik di babak pertama bikin intensitas permainan kedua tim turun drastis.

“Babak pertama terlalu panas, kedua tim kesulitan. Arema FC dan tim kami, intensitasnya sangat rendah,” katanya saat ditemui usai laga.

Tapi begitu jeda datang, Tavares langsung bertindak. Ia mengaku melakukan koreksi penting, terutama saat tim tidak memegang bola.

“Kami punya beberapa peluang, tapi kami tidak menembak ke gawang seperti seharusnya. Kami bicara saat jeda, lakukan beberapa koreksi tanpa bola. Di babak kedua, peluang besar datang,” jelasnya.

Koreksi itu terbukti manjur. Di babak kedua, Persebaya tampil lebih lepas, terus menekan, dan tak memberi Arema ruang bernapas. Tavares menggambarkan momen itu dengan cukup gamblang.

“Kami cetak gol pertama, setelah itu peluang demi peluang terus berdatangan. Gol kedua, gol ketiga, gol keempat semua mengalir,” bebernya.

Meski Arema sempat punya peluang, Tavares tetap menekankan satu hal: tidak mudah mencetak empat gol ke gawang tim sekelas Arema FC. “Saya pikir tidak mudah untuk mencetak empat gol melawan Arema,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar