Tim SAR Gabungan memaksimalkan pencarian hari kedua terhadap Hatta Daeng Manessa (71), seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang misterius saat menuju ke kebunnya di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Upaya pencarian hari ini menjadi krusial mengingat korban kini telah memasuki hari ketiga sejak dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa fokus operasi SAR hari ini sengaja diperluas dan diintensifkan karena batas waktu keselamatan korban yang semakin berjalan. “Hari ini kita maksimalkan pencarian karena sudah memasuki hari ketiga sejak korban tidak kembali dari kebunnya. Semoga ada harapan korban hanya tersesat dan bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Arif Anwar, Senin (15/6/2026).
Sebelumnya, Hatta Daeng Manessa terlihat terakhir kali berjalan menuju kebunnya pada Jumat (12/6/2026) pagi seperti rutinitas biasanya. Namun, hingga sore menjelang, korban tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri secara swadaya sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas pada Minggu (14/6/2026). Laporan itu langsung direspons cepat dengan penerjunan personel dari Pos SAR Bone ke lokasi kejadian.
Untuk mengefektifkan operasi di lapangan, Arif Anwar menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan kini telah dipecah menjadi dua Satuan Tugas Kecil (Search and Rescue Unit/SRU) guna menyisir dua area utama yang dicurigai. SRU pertama dikerahkan untuk melakukan penyisiran jalur darat dari rumah tinggal korban menuju area perkebunan yang biasa didatanginya, dengan cakupan luas wilayah pencarian mencapai 8 kilometer persegi.
Sementara itu, SRU kedua difokuskan untuk menyisir sepanjang aliran sungai menuju ke arah hilir (utara). Langkah ini diambil setelah munculnya indikasi kuat dan kecurigaan bahwa korban kemungkinan terseret arus saat mencoba menyeberangi sungai tersebut menuju kebunnya.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah untuk Evaluasi Data
Mahfud MD: Penguasa yang Tak Mau Dengar Pikiran Sehat Akan Celaka Sendiri
Pemkot Makassar Dukung Penuh Forum Kedokteran Gigi Internasional yang Diikuti 17 Negara
Mahfud MD Nilai Hukuman Potong Tangan Terlalu Ringan untuk Koruptor, Lebih Baik Penjara Seumur Hidup