Maret 2026 baru saja berlalu, dan pasar saham kita mencatatkan sesuatu yang menarik. Ternyata, ada sejumlah saham yang benar-benar mendominasi valuasi di masing-masing sektornya. Kontribusi mereka terhadap kapitalisasi pasar sektoral itu sangat signifikan, lho.
Kalau kita lihat gambaran besarnya, kapitalisasi pasar IHSG di akhir bulan itu sudah menembus angka Rp12.422 triliun. Angka fantastis ini datang dari 956 emiten yang tercatat di BEI. Nah, dari semua sektor yang ada, sektor keuangan masih jadi yang terbesar kontribusinya. Tidak terlalu mengejutkan sih, tapi angkanya tetap mencengangkan.
Di periode yang sama, valuasi sektor keuangan mencapai Rp3.013 triliun. Itu artinya sekitar 24,26% dari total IHSG. Posisi runner-up dipegang sektor energi dengan sumbangan Rp1.976 triliun (15,91%).
Di sisi lain, sektor bahan baku atau basic materials nangkring di peringkat ketiga. Valuasinya sekitar Rp1.873 triliun atau 15,09%. Sementara itu, sektor infrastruktur tak kalah solid, menempati urutan keempat dengan Rp1.705 triliun (13,73%).
Nah, yang menarik adalah siapa saja pemain utamanya di tiap sektor ini. Berdasarkan data statistik BEI per 17 April 2026, inilah jagoan-jagoan dengan market cap terbesar per Maret lalu.
Di sektor Energi, DSSA memimpin dengan valuasi Rp508 triliun (25,7%), disusul BYAN (Rp384 triliun) dan CUAN (Rp119 triliun).
Untuk Bahan Baku, TPIA jadi yang teratas (Rp410 triliun), lalu ada AMMN (Rp356 triliun) dan BRPT (Rp127 triliun).
Dominasi di sektor Industri sangat jelas. ASII menguasai 46,1% dengan valuasi Rp253 triliun, diikuti UNTR dan IMPC.
Pada sektor Konsumer Non-Siklikal, persaingan ketat terjadi. ICBP memimpin tipis di angka Rp85,71 triliun, sementara HMSP dan UNVR mengikuti dari belakang.
Di Konsumer Siklikal, MSIN, FILM, dan VKTR menjadi tiga besar dengan porsi yang relatif berimbang.
Sektor Kesehatan didominasi kuat oleh SRAJ yang mencakup 42,8% valuasi sektor, jauh di atas KLBF dan SILO.
Tak perlu ditanya lagi untuk sektor Keuangan. BBCA masih raja dengan Rp787 triliun, lalu BBRI dan BMRI melengkapi trio bank terbesar.
Di Properti & Real Estat, PANI memimpin (Rp136 triliun), kemudian MPRO dan RISE.
Sektor Teknologi menunjukkan dominasi yang sangat timpang. DCII menguasai panggung dengan 65,3% valuasi sektor, meninggalkan GOTO dan BELI jauh di belakang.
Infrastruktur punya cerita serupa. BREN memegang 41,2% valuasi sektor, disusul TLKM dan MORA.
Terakhir, di Transportasi & Logistik, GIAA adalah pemain utama (Rp28,08 triliun), diikuti ELPI dan TMAS.
Sebagai catatan tambahan, sektor dengan jumlah emiten terbanyak sampai Maret 2026 adalah Konsumer Siklikal (164 emiten). Lalu ada Konsumer Non-Siklikal (132), Bahan Baku (113), dan Keuangan (106). Jadi, meski jumlah emitennya banyak, konsentrasi valuasi seringkali hanya ada di beberapa saham kunci saja.
Begitulah peta kekuatan saham-saham besar kita di awal tahun 2026. Menarik untuk dilihat perkembangannya ke depan.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
PT Brigit Biofarmaka Gelar RUPST 2026 di Solo, Bahas Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu
IHSG Naik Tipis, Saham NIRO dan DEFI Melonjak di Atas 34%
IHSG Ditutup Menguat Tipis 0,17% di Tengah Pergerakan Sektoral Beragam