DPR AS Setujui RUU Pencabutan Tarif Kanada, Tunjukkan Patahan di Tubuh Partai Republik

- Kamis, 12 Februari 2026 | 11:00 WIB
DPR AS Setujui RUU Pencabutan Tarif Kanada, Tunjukkan Patahan di Tubuh Partai Republik

MURIANETWORK.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, dalam langkah politik yang cukup mengejutkan, menyetujui sebuah rancangan undang-undang yang mendesak pencabutan tarif impor terhadap Kanada. Voting yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) ini melibatkan sejumlah anggota dari Partai Republik yang justru berseberangan dengan kebijakan Presiden Donald Trump, pemimpin partai mereka sendiri.

Voting di DPR Tunjukkan Peta Politik yang Kompleks

RUU tersebut akhirnya lolos dengan perolehan suara yang cukup ketat, 219 mendukung dan 211 menolak. Yang menarik untuk diamati adalah dukungan yang datang dari sejumlah anggota Partai Republik, meskipun mayoritas kursi di DPR saat ini dipegang oleh sekutu Trump dari partai yang sama. Ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan internal yang signifikan terkait kebijakan perdagangan dengan negara tetangga terdekat itu.

Seorang analis hubungan internasional yang dihubungi secara terpisah menyoroti dinamika ini. "Langkah DPR ini mencerminkan kekhawatiran nyata di kalangan legislatif, termasuk dari kubu Republik, mengenai dampak tarif yang berlarut-larut terhadap ekonomi dan hubungan regional," ujarnya.

Prospek RUU di Senat dan Ancaman Veto

Setelah disahkan DPR, RUU kini menuju Senat untuk menjalani proses serupa. Observasi di Capitol Hill memperkirakan badan legislatif tersebut juga berpeluang meloloskan RUU ini. Namun, perjalanannya diperkirakan akan berakhir di meja Presiden Trump.

Mengacu pada sikap konsisten Trump dalam satu tahun terakhir, para pengamat memprediksi RUU ini hampir pasti akan diveto. "Saya tidak melihat adanya perubahan hati dari Presiden dalam soal ini. Kebijakan tarif adalah instrumen utama yang ia pegang dalam negosiasi dagang," jelas seorang pengamat kebijakan luar negeri AS.

Ketegangan Dagang AS-Kanada yang Belum Reda

Langkah DPR ini terjadi di tengah hubungan bilateral yang memang sedang tidak mulus. Sejak Trump kembali menjabat awal tahun lalu, Washington telah memberlakukan serangkaian tarif baru terhadap berbagai produk Kanada. Ketegangan bahkan sempat memanas dengan pernyataan kontroversial Trump yang mengancam akan menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS.

Hingga kini, perundingan untuk menyelesaikan sengketa tarif tersebut masih berjalan alot. Kompleksitasnya semakin bertambah karena tahun ini, bersama Meksiko, kedua negara juga harus menjalani proses evaluasi terhadap perjanjian dagang USMCA yang mengikat ketiganya. Situasi ini membuat dinamika di Koridor Kongres menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati dalam perkembangan hubungan kedua sekutu terdekat ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar