Maskapai Citilink resmi meluncurkan layanan baru. Mereka membuka rute internasional yang menghubungkan Jakarta, Indonesia, dengan Bangkok, Thailand. Penerbangan perdana sudah berlangsung sejak tanggal 12 Desember 2025 lalu, menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dengan Bandara Don Mueang di ibu kota Thailand itu.
Menurut Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, langkah ini diambil untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan antara kedua negara.
"Rute baru internasional ini memperkuat konektivitas regional. Ini juga respons atas kebutuhan masyarakat yang terus meningkat," jelas Darsito pada Minggu (14/12/2025).
"Harapannya, tentu saja, kami bisa memberi lebih banyak kemudahan dan pilihan bagi penumpang di kedua negara," lanjutnya.
Dari sisi operasional, penerbangan ini akan berjalan setiap hari. Citilink memakai armada Airbus A320 untuk melayani rute ini. Jadwalnya sudah ditetapkan: pesawat dengan nomor penerbangan QG 512 akan berangkat dari Jakarta pukul 12.30 WIB dan diperkirakan mendarat di Bangkok sekitar pukul 16.10 waktu setempat.
Untuk penerbangan sebaliknya, dari Bangkok ke Jakarta, pesawat QG 513 akan lepas landas pukul 17.10 waktu Bangkok. Kedatangannya di Soekarno-Hatta diproyeksikan sekitar pukul 20.30 WIB.
Ini bukan sekadar penambahan rute biasa. Menurut manajemen, penerbangan Jakarta-Bangkok adalah bagian dari strategi ekspansi yang lebih besar. Tujuannya jelas: memperkuat jaringan internasional dan menawarkan layanan yang lebih kompetitif.
"Kehadiran kami di Bangkok diharapkan bisa membuka peluang baru," kata Darsito.
Dia melihat potensi yang luas, mulai dari sektor pariwisata, bisnis, hingga pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Langkah ini sepertinya memang ingin menangkap momentum pemulihan perjalanan udara regional yang sedang terjadi.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun