Pengamat: Dorongan Prabowo ke Kompor dan Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi

- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:00 WIB
Pengamat: Dorongan Prabowo ke Kompor dan Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi

Di tengah gejolak pasokan energi dunia yang makin tak menentu, langkah Presiden Prabowo Subianto mendorong kompor dan kendaraan listrik mendapat sorotan. Menurut sejumlah pengamat, strategi ini bukan sekadar wacana. Ia dinilai bisa memperkuat ketahanan energi Indonesia dari guncangan luar.

Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria melihat arahan presiden itu sebagai langkah yang tepat sasaran. "Ini strategis banget untuk mengurangi ketergantungan kita pada impor, terutama BBM dan LPG," ujarnya.

Dia berbicara di Jakarta, Rabu lalu. Menurut Sofyano, elektrifikasi harus digenjot lebih serius. Soalnya, posisi Indonesia saat ini masih rentan. Kita masih sangat bergantung pada energi impor yang distribusinya lewat jalur-jalur rawan seperti Selat Hormuz.

"Ya, kondisi kayak gini bikin ketahanan energi nasional kita gampang goyah kalau ada masalah geopolitik di luar," kata Sofyano lagi.

Di sisi lain, Indonesia sebenarnya punya modal yang cukup. Kapasitas produksi listrik kita relatif melimpah. Nah, potensi inilah yang bisa dimanfaatkan untuk menggeser konsumsi energi fosil, mulai dari dapur rumah tangga sampai kendaraan di jalan.

"Dengan kapasitas listrik yang ada, program elektrifikasi bisa mengalihkan penggunaan energi yang masih impor. Contohnya LPG untuk masak atau BBM untuk mobil," jelasnya.

Percepatan penggunaan kendaraan listrik, lanjut dia, punya dampak ganda. Selain berpotensi menekan konsumsi BBM nasional secara signifikan, juga bisa meringankan tekanan pada pasokan energi dalam negeri.

Belum lagi soal cadangan batu bara. Ketersediaannya yang masih besar di dalam negeri bisa jadi penopang. Faktor ini akan menjaga stabilitas pasokan listrik jika tiba-tiba terjadi gangguan di pasar global.

Untuk jangka pendek, Sofyano menilai pemanfaatan kompor listrik adalah langkah paling realistis. Kenapa? Karena ia langsung menyasar konsumsi LPG rumah tangga yang selama ini masih didominasi barang impor.

Tapi dia mengingatkan, elektrifikasi jangan cuma jadi reaksi sesaat. "Ini harus jadi bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya membangun sistem energi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Bukan cuma respons karena ada konflik di belahan dunia lain," tegas Sofyano.

Jadi, jalan menuju kemandirian energi memang masih panjang. Namun, langkah awal dengan mendorong listrik di sektor domestik dan transportasi ini setidaknya sudah memberi arah yang jelas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler