Menjelang Lebaran, isu ketersediaan dan harga pangan selalu jadi perhatian utama. Nah, pemerintah lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan sejumlah program intervensi bakal terus digulirkan hingga hari raya tiba. Program-program itu mencakup Gerakan Pangan Murah, stabilisasi harga beras, serta mobilisasi stok lewat Fasilitasi Distribusi Pangan.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional kita aman dan memadai,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, Minggu (15/3/2026).
Ia menegaskan, langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan bahan pokok tersedia bagi masyarakat, terutama saat kebutuhan melonjak jelang Lebaran.
“Jadi pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus dilakukan sampai Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tambahnya.
Rencananya, distribusi pangan akan diperkuat. Caranya? Dengan menyalurkan komoditas dari daerah yang punya stok berlebih ke wilayah yang pasokannya minim atau harganya sedang tinggi. Jadi, semacam penyeimbangan.
“Tatkala ada yang mahal dan ada sumber pasokan yang banyak, kita akan lakukan distribusi. Artinya tidak hanya GPM, FDP ada, SPHP ada,” jelas Ketut.
Tak cuma itu, ada juga bantuan pangan yang disiapkan. Menurut Ketut, bantuan ini diperuntukkan bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Penyalurannya sendiri rencananya dimulai pada Maret ini sekaligus.
“Bahkan ada bantuan pangan yang diperuntukkan bagi 33,2 juta keluarga dan akan diberikan di bulan Maret ini sekaligus,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman telah melaporkan kondisi stok pangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Kabarnya, stok 11 komoditas pangan strategis nasional dalam kondisi yang cukup baik, bahkan sangat baik untuk beras.
“Kami laporkan stok 11 komoditas strategis, cukup baik. Bahkan sangat baik, khususnya beras. Semua aman (untuk) sektor pangan Bapak Presiden,” ujar Amran.
Data dari Bapanas pun terlihat optimistis. Hingga akhir April nanti, ketersediaan beras nasional diproyeksikan surplus hingga 17,2 juta ton. Jagung juga surplus 4,8 juta ton. Untuk minyak goreng, angkanya mencapai 3,5 juta ton.
Komoditas lain juga tak ketinggalan. Daging ayam surplus 727 ribu ton, gula konsumsi 595 ribu ton, dan telur ayam 349 ribu ton. Bahkan untuk komoditas yang fluktuatif seperti cabai dan bawang, proyeksinya positif: cabai rawit surplus 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan bawang merah 57 ribu ton. Yang patut dicatat, sembilan jenis pangan tersebut sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri.
Jadi, secara garis besar, pemerintah merasa persiapan mereka cukup solid. Tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan nanti.
Artikel Terkait
Presiden Jerman Tiba di Jakarta Senin, Bertemu Prabowo Bahas Kemitraan Strategis dan Ekonomi
Pelatih Persib Igor Tolic Janji Bawa Harum Nama Indonesia di ASEAN Club Championship 2026-2027
Ernando Ari Perpanjang Kontrak Multitahun di Persebaya
Kolonel Marinir Tri Yudha Ismanto Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di National Defense University AS