MURIANETWORK.COM - Sejumlah analis sekuritas merevisi target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ke level yang lebih tinggi. Revisi ini menyusul laporan kinerja keuangan perseroan untuk tahun buku 2025 yang ternyata melampaui proyeksi dan ekspektasi pasar. Optimisme analis didorong oleh perbaikan fundamental yang kuat serta dukungan berkelanjutan dari kebijakan pemerintah di sektor perumahan.
Revisi Target Harga dan Proyeksi Ke Depan
Di antara sekuritas yang melakukan penyesuaian, Panin Sekuritas tampil dengan revisi yang cukup signifikan. Mereka menaikkan target harga saham BTN dari Rp1.500 menjadi Rp1.800 per lembar, dengan rekomendasi Beli yang dipertahankan. Angka ini bahkan berada di atas rata-rata target harga konsensus analis lainnya, yang berkisar di Rp1.755.
Analis Panin Sekuritas, Nico Laurens, menyoroti bahwa capaian laba bersih BTN sebesar Rp3,5 triliun pada 2025 menjadi kejutan positif di pasar modal. Realisasi tersebut melampaui target internal mereka dan juga proyeksi konsensus secara keseluruhan.
"Kami melihat tren positif pertumbuhan laba bersih masih berlanjut ke depan, didorong ruang ekspansi NIM, seiring dengan tren penurunan cost of fund serta skema FLPP baru yang memiliki margin yang lebih tinggi," tulis Nico dalam risetnya, Rabu (11/2/2026).
Faktor Pendongkrak Kinerja
Keberhasilan BTN mencetak kinerja gemilang itu tidak datang tiba-tiba. Beberapa indikator kunci menunjukkan perbaikan yang solid, seperti melebarnya margin bunga bersih (NIM) menjadi 4,2 persen. Efisiensi operasional juga tampak dari membaiknya rasio biaya terhadap pendapatan (CIR), sementara penyaluran kredit tumbuh lebih gesit dibandingkan rata-rata industri perbankan.
Di balik angka-angka tersebut, terdapat sejumlah inisiatif strategis yang digulirkan manajemen. Peluncuran aplikasi "Bale" untuk menghimpun dana murah, ekspansi ke segmen kredit berimbal hasil tinggi, serta perbaikan kualitas aset secara bertahap dinilai akan terus menjaga momentum profitabilitas bank.
Pandangan dari Berbagai Perspektif
Mandiri Sekuritas juga menyampaikan pandangan yang sejalan, meski dengan angka target yang lebih konservatif. Mereka mempertahankan rekomendasi Beli untuk saham BBTN dengan target harga Rp1.500. Analis Mandiri Sekuritas, Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabara, menggarisbawahi tren perbaikan biaya dana (cost of fund) yang berlanjut hingga awal 2026.
Mereka juga menilai bahwa meskipun terdapat gangguan operasional akibat bencana alam di beberapa wilayah, dampaknya terhadap portofolio kredit BTN secara keseluruhan masih dapat dikelola dan terbatas.
Strategi Diversifikasi untuk Masa Depan
Menatap ke depan, BTN tidak berpuas diri hanya dengan mengandalkan bisnis inti kredit perumahan. Manajemen mulai menjajaki diversifikasi sumber pendapatan untuk membangun ketahanan bisnis yang lebih kokoh. Langkah strategis termasuk memperkuat lini syariah melalui PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan merambah potensi bisnis di sektor asuransi.
Kombinasi antara diversifikasi bisnis, perbaikan berkelanjutan pada biaya kredit (cost of credit), dan efisiensi operasional diproyeksikan akan mendongkrak kinerja profitability dalam jangka menengah. Analis memperkirakan return on equity (ROE) BTN berpotensi mencapai level yang lebih kompetitif dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pangkas Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel pada 2026
BEI Perketat Aturan Transparansi dan Kepemilikan Saham Respons Tekanan Pasar
Pemerintah Proyeksikan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp60 Triliun pada Awal 2026
Unilever Indonesia Catat Laba Bersih 2025 Melonjak 21,8% Didorong Transformasi Bisnis