Analis Revisi Naik Target Harga Saham BTN Usai Kinerja 2025 Lampaui Ekspektasi

- Kamis, 12 Februari 2026 | 12:40 WIB
Analis Revisi Naik Target Harga Saham BTN Usai Kinerja 2025 Lampaui Ekspektasi

MURIANETWORK.COM - Sejumlah analis sekuritas merevisi target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ke level yang lebih tinggi. Revisi ini menyusul laporan kinerja keuangan perseroan untuk tahun buku 2025 yang ternyata melampaui proyeksi dan ekspektasi pasar. Optimisme analis didorong oleh perbaikan fundamental yang kuat serta dukungan berkelanjutan dari kebijakan pemerintah di sektor perumahan.

Revisi Target Harga dan Proyeksi Ke Depan

Di antara sekuritas yang melakukan penyesuaian, Panin Sekuritas tampil dengan revisi yang cukup signifikan. Mereka menaikkan target harga saham BTN dari Rp1.500 menjadi Rp1.800 per lembar, dengan rekomendasi Beli yang dipertahankan. Angka ini bahkan berada di atas rata-rata target harga konsensus analis lainnya, yang berkisar di Rp1.755.

Analis Panin Sekuritas, Nico Laurens, menyoroti bahwa capaian laba bersih BTN sebesar Rp3,5 triliun pada 2025 menjadi kejutan positif di pasar modal. Realisasi tersebut melampaui target internal mereka dan juga proyeksi konsensus secara keseluruhan.

"Kami melihat tren positif pertumbuhan laba bersih masih berlanjut ke depan, didorong ruang ekspansi NIM, seiring dengan tren penurunan cost of fund serta skema FLPP baru yang memiliki margin yang lebih tinggi," tulis Nico dalam risetnya, Rabu (11/2/2026).

Faktor Pendongkrak Kinerja

Keberhasilan BTN mencetak kinerja gemilang itu tidak datang tiba-tiba. Beberapa indikator kunci menunjukkan perbaikan yang solid, seperti melebarnya margin bunga bersih (NIM) menjadi 4,2 persen. Efisiensi operasional juga tampak dari membaiknya rasio biaya terhadap pendapatan (CIR), sementara penyaluran kredit tumbuh lebih gesit dibandingkan rata-rata industri perbankan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar