Laporan Forensik Baru Duga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri

- Rabu, 11 Februari 2026 | 10:00 WIB
Laporan Forensik Baru Duga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri

JAKARTA Laporan forensik terbaru soal kematian Kurt Cobain tiba-tiba viral lagi. Kali ini, sekelompok peneliti independen berani menyuarakan hal yang selama ini jadi bisikan di kalangan penggemar: mereka menduga kuat ini bukan bunuh diri. Ada indikasi pembunuhan.

Sudah lebih dari tiga puluh tahun sejak vokalis Nirvana itu ditemukan tewas. Tapi misterinya tak pernah benar-benar padam. Laporan yang dikutip media seperti Daily Mail itu mengklaim adanya sejumlah kejanggalan serius. Kejanggalan yang, kata mereka, tak sejalan dengan narasi bunuh diri yang selama ini dipegang otoritas.

Brian Burnett, pakar forensik yang memimpin tinjauan ulang ini, bicara cukup blak-blakan. Menurutnya, banyak detail yang "sulit dijelaskan" jika Cobain benar-benar mengakhiri hidupnya sendiri. "Skenario yang ada justru lebih konsisten dengan dugaan pembunuhan," katanya, "bukan tindakan bunuh diri spontan."

Mereka menyoroti kondisi fisik Cobain saat ditemukan. Diduga, dia lebih dulu mengalami overdosis heroin dalam dosis tinggi. Kalau sudah separah itu, kata tim ini, hampir mustahil baginya untuk melakukan tindakan rumit seperti menyiapkan dan menembakkan senjata api. Lalu ada luka tembak di kepala yang diduga bukan dilakukan sendiri.

Lingkungan TKP juga dianggap terlalu rapi. Pola darah, posisi senjata, penataan barang-barang semuanya terkesan kurang natural untuk sebuah peristiwa bunuh diri. Beberapa barang bukti, termasuk peluru dan dokumen, seolah diletakkan dengan sengaja.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar