MURIANETWORK.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mencapai Rp60 triliun pada akhir triwulan pertama tahun 2026. Anggaran sebesar itu diyakini akan memberikan stimulasi signifikan bagi perekonomian nasional. Pernyataan ini disampaikan usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Dampak Stimulus pada Perekonomian
Dalam paparannya, Airlangga menekankan bahwa suntikan dana sebesar Rp60 triliun ke dalam perekonomian melalui program MBG bukan sekadar bantuan sosial. Ia melihatnya sebagai sebuah langkah strategis yang dapat menggerakkan roda ekonomi di berbagai lapisan, mulai dari sektor produksi pangan hingga distribusi.
"Hal ini tentu akan mendorong stimulasi perekonomian,” ujarnya.
Optimisme ini tidak hanya bertumpu pada program MBG. Pemerintah juga mengandalkan sejumlah paket stimulus lain untuk menjaga momentum pertumbuhan di triwulan pertama tahun 2026 ini.
Paket Diskon Transportasi Menyambut Lebaran
Salah satu stimulus yang tengah dipersiapkan adalah kebijakan diskon tarif transportasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026. Kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Rinciannya mencakup diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan hingga 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat sekitar 17 hingga 18 persen.
Untuk merealisasikan program ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang tidak kecil. Airlangga membeberkan rincian pendanaannya.
"Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp911,16 miliar, di mana porsi APBN sebesar Rp639,86 miliar dan non-APBN sebesar Rp271,3 miliar," jelasnya.
Bantuan Pangan untuk Jutaan Keluarga
Selain dua program utama tersebut, pemerintah juga akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan pada Februari 2026 mendatang. Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari desil 1 hingga 4. Setiap keluarga akan menerima paket berisi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, dengan total nilai anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
Keberhasilan penyaluran bantuan berskala nasional seperti ini sangat bergantung pada koordinasi di lapangan. Airlangga pun menitipkan pesan kepada seluruh pihak terkait.
"Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik," tuturnya.
Dengan serangkaian kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan multiplier effect yang positif, tidak hanya sebagai jaring pengaman sosial tetapi juga sebagai pendorong aktivitas ekonomi dalam negeri.
Artikel Terkait
Pemerintah Pangkas Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel pada 2026
BEI Perketat Aturan Transparansi dan Kepemilikan Saham Respons Tekanan Pasar
Analis Revisi Naik Target Harga Saham BTN Usai Kinerja 2025 Lampaui Ekspektasi
Unilever Indonesia Catat Laba Bersih 2025 Melonjak 21,8% Didorong Transformasi Bisnis