MURIANETWORK.COM - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja keuangan yang menguat. Perusahaan melaporkan penjualan bersih dari operasi berkelanjutan sebesar Rp31,9 triliun, tumbuh 4,3% dibanding tahun sebelumnya. Lebih menggembirakan lagi, laba bersih dari operasi ini melonjak 21,8% menjadi Rp3,5 triliun. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan volume penjualan yang solid di kuartal terakhir tahun, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor.
Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Hasil
Peningkatan kinerja tersebut tidak terjadi begitu saja. Manajemen Unilever menilai capaian ini sebagai buah dari transformasi bisnis yang lebih terfokus dan efisien. Meski laba bruto dari operasi berkelanjutan sedikit terdampak biaya transformasi, profitabilitas inti perusahaan justru menunjukkan tren perbaikan. Tanpa memperhitungkan biaya khusus tersebut, margin laba bruto malah naik 46 basis poin.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil mulai menunjukkan hasil yang nyata.
"Momentum pemulihan terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah berdampak berkelanjutan pada pertumbuhan dan profitabilitas," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/02/2026).
Fundamental Keuangan yang Kuat
Di balik angka pertumbuhan, fundamental keuangan Unilever tampak sangat sehat. Perusahaan berhasil membukukan arus kas bebas (free cash flow) sebesar Rp4,9 triliun, atau hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Yang lebih mengesankan, posisi utang bersih perusahaan tercatat nihil, menunjukkan struktur modal yang kuat dan memberikan kelonggaran untuk berinovasi dan berinvestasi di masa depan.
Artikel Terkait
Laba Bersih Hartadinata Abadi Melonjak 121% Jadi Rp979,6 Miliar pada 2025
PT Mulia Industrindo (MLIA) Catat Kerugian Rp4,55 Miliar di 2025
Laba Bersih Darya-Varia Naik 5% di 2025, Didorong Pertumbuhan Pendapatan
Rusia Hentikan Ekspor Bahan Bakar Mulai April 2026 untuk Stabilkan Pasar Domestik