Makassar - Kabar buruk datang dari dunia sepak bola nasional. Timnas U-23 Indonesia dipastikan absen di ajang Asian Games 2026 yang bakal digelar di Jepang. Penyebabnya? Mereka gagal mengamankan tiket ke Piala Asia U-23 tahun yang sama. Padahal, itu syarat mutlak untuk bisa tampil.
Kegagalan itu berakar dari hasil kurang memuaskan di babak kualifikasi Piala Asia U-23 2026, yang digelar di Sidoarjo tahun lalu. Di bawah asuhan Gerald Vanenburg, Garuda Muda cuma bisa finis sebagai runner-up Grup J. Performanya pun jauh dari kata meyakinkan: cuma sekali menang (atas Makau), lalu imbang lawan Laos, dan takluk dari Korea Selatan.
Ini tentu jadi pukulan. Soalnya, sejarah mencatat Indonesia sebagai peserta yang cukup rutin di Asian Games, dengan 11 kali keikutsertaan. Bahkan, medali perunggu pernah digenggam pada 1958. Di edisi sebelumnya (2022), perjalanan mereka baru terhenti di 16 besar setelah kalah 2-0 dari Uzbekistan lewat perpanjangan waktu.
Lantas, kenapa aturannya jadi begitu ketat? Rupanya, ada kesepakatan baru antara AFC dan Komite Olimpiade Asia (OCA). Aturan itu menetapkan bahwa 16 negara yang berhak main sepak bola putra di Asian Games 2026 hanyalah mereka yang lolos ke putaran final Piala Asia U-23. Titik.
Menanggapi situasi ini, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menyebut pihaknya masih menunggu kepastian lebih lanjut. Dia menekankan bahwa kewenangan utama untuk partisipasi di Asian Games sebenarnya berada di bawah Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Artikel Terkait
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi