Kementerian PU Matangkan Skenario Uji Coba Ulang Sistem Tol Nirsentuh MLFF

- Senin, 08 Juni 2026 | 10:00 WIB
Kementerian PU Matangkan Skenario Uji Coba Ulang Sistem Tol Nirsentuh MLFF

Penerapan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti, atau yang dikenal dengan istilah Multi Lane Free Flow (MLFF), masih berada dalam tahap penyempurnaan persiapan sebelum kembali menjalani uji coba. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan berbagai skenario teknis untuk memastikan sistem tersebut benar-benar dapat diimplementasikan di seluruh jalan tol Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa proses pendetailan ini dilakukan secara hati-hati. “Mengenai Multi Lane Free Flow, sebagaimana sudah dijelaskan juga oleh Bapak Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian, bahwa tahap ini kita sedang melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini, apakah bisa diaplikasikan atau tidak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Komang, persiapan tersebut melibatkan kolaborasi antara BPJT, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), serta tim pengendali. Ketiga pihak tersebut tengah menyusun skenario pengujian yang lebih rinci guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan. “Saat ini dari kami tim di BPJT bersama tim dari pihak RITS dan juga ada tim pengendali ini sedang menyiapkan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diujicobakan kembali, untuk memastikan bahwa sistem ini bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol kita,” katanya.

Sistem MLFF mengandalkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang memungkinkan transaksi tol dilakukan tanpa kendaraan harus berhenti. Pengguna cukup mengandalkan aplikasi Cantas yang terintegrasi dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) milik Korlantas Polri. Dengan demikian, seluruh proses pembayaran berlangsung secara otomatis saat kendaraan melintas.

Pemerintah meyakini bahwa penerapan MLFF akan membawa sejumlah manfaat strategis. Selain menekan biaya operasional pengelola jalan tol, sistem ini juga dinilai mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), termasuk BBM bersubsidi. Saat ini, gerbang tol di Indonesia melayani sekitar empat juta transaksi setiap harinya. Antrean panjang yang kerap terjadi tidak hanya menyebabkan pemborosan BBM, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan polusi udara.

Dengan hadirnya sistem transaksi tanpa henti ini, kemacetan di gerbang tol diharapkan dapat terurai secara signifikan. Pemerintah terus mengkaji kesiapan teknis dan infrastruktur pendukung sebelum sistem MLFF benar-benar diterapkan secara luas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar