Bantuan Aceh dari Malaysia Masih Tertahan di Pelabuhan
Sebanyak 500 ton bantuan logistik dari warga Aceh di Malaysia masih menggunung di Port Klang. Barang-barang itu rencananya akan diangkut kapal swasta menuju Krueng Geukeuh, Aceh. Namun, hingga detik ini, kapal itu belum juga bisa berlayar.
Masalahnya ternyata ada di birokrasi. Pemerintah Indonesia, kata sejumlah pihak, belum menetapkan status "Bencana Nasional" untuk musibah banjir yang melanda Aceh. Padahal, status itulah kuncinya.
Hal ini terungkap setelah Persatuan Masyarakat Aceh di Malaysia (PERMEBAM) bertemu dengan perwakilan KBRI Kuala Lumpur. Pertemuan itu dihadiri langsung Presiden PERMEBAM, Datuk Mansyur Usman, bersama dua pengurus lainnya.
Dari sisi KBRI, hadir Wakil Duta Besar Danang Waskito dan perwakilan bernama Taufik.
Artikel Terkait
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002
Hujan Deras di Jakarta, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan Akibat Genangan
Ribuan Nahdliyin Padati Istora, Rayakan Seabad NU dengan Semangat Merawat Peradaban