Iran kembali melancarkan serangan. Kali ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyatakan tanggung jawab atas serangan balasan terbaru ke wilayah Israel. Dari seberang, militer Israel dengan cepat mengonfirmasi adanya rudal yang mendekat dari arah Iran.
Laporan awal datang dari kantor berita semi-resmi Tasnim, seperti diangkat oleh Al Jazeera dan AFP. Tak lama berselang, siaran televisi pemerintah Iran sendiri menyiarkan kabar itu. Menurut mereka, salvo baru berupa drone dan rudal telah ditembakkan menuju Israel.
Presenter TV pemerintah itu menyampaikan pernyataan tegas dari Garda Revolusi, yang disebutnya sebagai sayap ideologis militer Iran.
"Serangan telah dimulai terhadap target di wilayah pendudukan, termasuk pangkalan-pangkalan AS di area tersebut," begitu kira-kira bunyi pengumuman itu.
Di sisi lain, respons Israel berlangsung sigap. Sistem pertahanan mereka langsung diaktifkan, berupaya mencegat proyektil-proyektil yang mendekat. Situasinya mencekam.
BBC juga melaporkan hal serupa. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mendeteksi luncuran rudal dari Iran. Pertahanan udara dikerahkan untuk menangkal ancaman yang datang meski detail lebih lanjut masih simpang siur.
Yang jelas, peringatan darurat segera dikirim ke ponsel-ponsel warga di daerah yang berpotensi terdampak. Suara sirene mungkin sudah terdengar. IDF mendesak masyarakat untuk segera mencari perlindungan dan mengikuti semua arahan dari pihak berwenang. Mereka diminta masuk ke ruang aman atau shelter terdekat.
Suasana tegang sekali lagi menyelimuti kawasan itu. Serangan dan balasan, seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Artikel Terkait
KPK Periksa Ulang Staf PBNU Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Benda Mirip Torpedo Terdampar di Pantai Kangayan, Polisi Amankan Lokasi
Bareskrim Buka Hotline Pengaduan Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Bersubsidi
Kapolri Ingatkan Brimob Soal Dampak Konflik Global Terhadap Stabilitas Energi Indonesia