MURIANETWORK.COM - Banjir bandang yang membawa material lumpur dan bebatuan menerjang Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/2) sore sekitar pukul 16.06 WIB. Peristiwa ini menyebabkan satu ruas jalan tertutup dan sebuah mobil terseret arus, meskipun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama sebagai pemicu luapan air dari anak sungai di kawasan tersebut.
Penyebab dan Dampak Langsung
Menurut analisis cepat dari pihak berwenang, bencana ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem. Hujan lebat yang turun dalam waktu lama membuat sebuah anak sungai di sekitar perumahan meluap dengan kekuatan cukup besar. Aliran air yang deras itu tidak hanya membawa air, tetapi juga material lumpur dan bebatuan dari hulu, yang kemudian menerjang pemukiman dan jalan utama desa.
Dampaknya langsung terlihat di lapangan. Satu titik ruas jalan tertutup sepenuhnya oleh tumpukan material sedimen dan batu. Lebih dramatis lagi, sebuah mobil roda empat sempat terbawa arus banjir yang bergerak cepat, menunjukkan besarnya kekuatan air saat kejadian.
Respons Cepat Tim di Lapangan
Meski situasinya genting, respons penanganan digelar dengan sigap. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur segera diterjunkan ke lokasi untuk menilai situasi dan melakukan tindakan pertama.
Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, "Kejadian ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga mengakibatkan air dari anak kali di kawasan perumahan meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan ke area permukiman dan akses jalan."
Ia menambahkan, "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini."
Koordinasi dilakukan antara BPBD Kabupaten Bogor, aparat kecamatan, perangkat desa, hingga unsur keamanan dan warga setempat. Fokus awal adalah pendataan kerusakan dan pemulihan akses transportasi yang vital bagi warga.
Kondisi Terkini dan Proses Pemulihan
Pada Kamis (12/2), kondisi di lokasi bencana mulai menunjukkan perbaikan. Air banjir telah surut, meninggalkan sisa-sisa lumpur dan bebatuan yang memerlukan pekerjaan berat untuk dibersihkan.
Abdul Muhari memberikan pembaruan, "Berdasarkan kondisi mutakhir, air telah berangsur surut. Material lumpur dan bebatuan yang menutup jalan saat ini sedang dibersihkan oleh pihak pengembang guna memulihkan akses transportasi."
Mobil yang terseret arus pun telah berhasil dievakuasi dari lokasi. Pembersihan oleh petugas gabungan masih terus berlangsung untuk mengembalikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar ke keadaan normal, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lain pascabencana.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Cibinong, Penumpang Motor Tewas Tertabrak Bus
Penerbangan di Bandara Korowai Batu Ditutup Usai Pesawat Ditembak, Dua Pilot Tewas
Pemkot Bandung Tutup Seluruh Hiburan Malam Selama Ramadan dan Imlek 2026
Indonesia Tegaskan Prinsip Palestina Tak Berubah Meski Israel Gabung Dewan Perdamaian