MURIANETWORK.COM - Israel secara resmi menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza, sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pengumuman ini disampaikan menjelang pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Trump di Gedung Putih, Kamis (12/2/2026). Langkah ini menandai perkembangan terbaru dalam upaya diplomatik yang melibatkan puluhan negara, meski beberapa di antaranya memilih untuk tidak ikut serta.
Penandatanganan Piagam dan Persiapan Pertemuan
Benjamin Netanyahu menandatangani piagam pendirian dewan tersebut sebelum terbang ke Washington. Sebelumnya, pada akhir Januari, perwakilan dari 17 negara telah lebih dulu melakukan penandatanganan serupa dalam sebuah upacara di Davos, Swiss. Saat itu, Netanyahu memang tidak hadir, namun pihaknya telah memberi sinyal bahwa keikutsertaan Israel hanya soal waktu.
Gedung Putih disebut telah mengundang sejumlah negara lain untuk bergabung, dengan daftar yang cukup beragam mulai dari Rusia, China, hingga beberapa negara Eropa. Namun, responsnya tidak seragam. Polandia dan Italia, misalnya, secara terbuka menyatakan penolakan mereka untuk menjadi anggota.
Dewan yang baru terbentuk ini rencananya akan segera mengadakan pertemuan puncak pertamanya. Pertemuan tingkat pemimpin tersebut dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari mendatang.
Agenda Utama Netanyahu: Ancaman dari Iran
Kunjungan Netanyahu ke ibu kota Amerika Serikat ini terjadi dalam atmosfer ketegangan keamanan regional yang masih tinggi. Latar belakangnya adalah negosiasi nuklir AS dengan Iran dan penguatan postur militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosialnya, Netanyahu menegaskan fokus utama lawatannya. "Kunjungan saya utamanya akan membahas Iran," ujarnya.
Pengerahan Kekuatan Militer AS di Sekitar Iran
Pernyataan Netanyahu tersebut tidak berlebihan, mengingat aksi militer AS yang tampak bersiap. Presiden Trump diketahui telah mengerahkan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perusak USS Michael Murphy ke kawasan, bersamaan dengan dilakukannya pertemuan diplomatik dengan pejabat Iran di Oman.
Kehadiran angkatan laut AS di perairan sekitar Iran terlihat cukup masif. Sejumlah aset tempur lainnya, termasuk kapal perusak rudal berpemandu seperti USS Bulkeley dan USS Roosevelt, ditempatkan di titik-titik strategis. Posisi mereka membentang dari Laut Mediterania bagian timur, Laut Merah, hingga ke Teluk Persia dan Laut Arab, mengawasi jalur perairan utama yang vital.
Artikel Terkait
DPR AS Setujui RUU Pencabutan Tarif Kanada, Tunjukkan Patahan di Tubuh Partai Republik
IHSG Menguat Tipis ke 8.295, Didukung Sektor Energi dan Bahan Baku
Permata Bank Catat Laba Bersih Rp3,6 Triliun di 2025 Didukung Fondasi Kuat
Presiden Prabowo Pantau Pemulihan Pascabencana Sumatra, 5.500 Rumah Selesai Dibangun