Wall Street Cetak Rekor Baru, Didorong Optimisme Negosiasi AS-Iran dan Chip AI Nvidia

- Selasa, 02 Juni 2026 | 06:40 WIB
Wall Street Cetak Rekor Baru, Didorong Optimisme Negosiasi AS-Iran dan Chip AI Nvidia

Wall Street ditutup dengan penguatan moderat pada perdagangan Senin (1/6/2026) waktu setempat, didorong oleh optimisme investor terhadap perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta peluncuran chip komputer baru yang diyakini akan membawa kecerdasan buatan ke ranah komputasi pribadi. Sektor teknologi menjadi motor utama penggerak indeks, dengan saham-saham di dalamnya melonjak 2,5 persen, mengantarkan Nasdaq dan S&P 500 ke rekor penutupan tertinggi yang baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average hanya mencatat kenaikan tipis karena tertahan oleh pelemahan di hampir seluruh sektor utama.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,42 poin atau 0,09 persen ke level 51.078,88. Adapun S&P 500 menguat 19,90 poin atau 0,26 persen menjadi 7.599,96, dan Nasdaq Composite melesat 114,19 poin atau 0,42 persen ke posisi 27.086,81. Volume perdagangan di bursa AS tercatat mencapai 21,80 miliar saham, melampaui rata-rata 20 hari terakhir yang sebesar 19,71 miliar saham.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Pernyataan itu muncul setelah kantor berita Iran mengumumkan bahwa Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Washington. Keputusan tersebut dipicu oleh serangkaian serangan baru yang mengancam menggagalkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah memasuki bulan keempat. Eskalasi konflik ini mendorong harga minyak mentah melonjak, bersamaan dengan kekhawatiran bahwa perang akan mendongkrak inflasi lebih lanjut.

Di sisi lain, saham Nvidia melonjak 6,3 persen setelah perusahaan tersebut meluncurkan chip baru yang memungkinkan kecerdasan buatan diintegrasikan langsung ke dalam komputer pribadi. CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa chip tersebut merupakan hasil kemitraan selama tiga tahun dengan Microsoft untuk menciptakan ulang PC bagi era AI. Saham Microsoft pun ikut terdongkrak 2,3 persen.

Namun, reaksi di antara saham semikonduktor lainnya tidak seragam. Qualcomm anjlok 8,8 persen, sementara Intel turun 4,7 persen. Di sisi lain, saham Micron berhasil menembus angka 1.000 dolar AS untuk pertama kalinya, dengan kenaikan 6,6 persen. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE secara keseluruhan menguat 1,1 persen.

Dari sektor ekonomi, aktivitas pabrik di AS meningkat pada Mei untuk bulan kelima berturut-turut. Para produsen barang dilaporkan masih mampu bertahan di tengah gejolak tarif dan ketidakpastian geopolitik. Investor kini juga menanti laporan pekerjaan yang akan dirilis pada Jumat, menjelang pertemuan kebijakan perdana Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve. Kekhawatiran akan meningkatnya inflasi akibat perang dengan Iran dinilai dapat mengganggu reli pasar saham yang tengah berlangsung.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar