WNI Asal Maros Tewas dengan Tangan Terikat dan Mulut Dilakban di Hotel Armenia

- Selasa, 21 Juli 2026 | 20:54 WIB
WNI Asal Maros Tewas dengan Tangan Terikat dan Mulut Dilakban di Hotel Armenia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas di sebuah hotel di Yerevan, Armenia, pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu. Korban bernama Valenth A Tambuto (24) ditemukan dalam kondisi mengenaskan: mulut dilakban dan tangan terikat tali.

Valenth tinggal bersama orang tuanya di Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Kepergiannya mengejutkan tetangga dan warga sekitar. Mustaming, tetangga korban, mengaku kaget mendengar kabar duka itu. Menurutnya, Valenth sempat berpamitan sebelum berangkat ke luar negeri.

"Kami semua kaget mendengar kabar ini. Dia itu saat mau berangkat ke luar negeri sempat pamit dengan kami (tetangga)," kata Mustaming.

Mustaming mengenang Valenth sebagai pribadi yang baik, ramah, dan mudah bergaul. Ia juga dikenal sebagai pekerja keras dan tulang punggung keluarga. Sebelum ke Armenia, Valenth sempat bekerja di Filipina. Ia merupakan lulusan SMK.

"Almarhum orangnya baik, ramah, dan mudah bergaul. Dia memang pekerja," ucapnya.

Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, membenarkan bahwa Valenth adalah warganya. Ia menyebut korban berangkat ke Armenia sekitar tiga bulan lalu untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Sirajuddin mengetahui kabar tersebut setelah dihubungi pihak keluarga dan melihat informasi yang beredar. Hingga kini, pemerintah desa masih menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten Maros terkait langkah selanjutnya.

"Kami masih menunggu informasi resmi terkait pemulangan jenazah dan siap membantu keluarga sesuai arahan pemerintah daerah," ujar Sirajuddin.

Duta Besar RI untuk Ukraina merangkap Armenia dan Georgia, Arief Muhammad Basalamah, menyatakan pihaknya turun tangan dan terus memonitor perkembangan melalui Kantor Ekstensi di Tbilisi, Georgia, dan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, Armenia. Ia memastikan proses pemulangan jenazah dan penanganan kasus oleh kepolisian setempat masih berjalan.

"Proses pemulangan jenazah dan penanganan kasus oleh kepolisian setempat masih terus berjalan," kata Arief.

Tewasnya Valenth diduga terkait kasus yang melibatkan sesama WNI di Armenia. Hingga saat ini, penyelidikan kepolisian setempat masih berlangsung.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags