Warga Maros Ditemukan Tewas di Armenia dengan Tangan dan Mulut Terikat Lakban

- Senin, 20 Juli 2026 | 12:35 WIB
Warga Maros Ditemukan Tewas di Armenia dengan Tangan dan Mulut Terikat Lakban

Seorang warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth A Tambuto (24), ditemukan tewas di kamar mes pekerja sebuah perusahaan di Yerevan, Armenia. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi kaki, tangan, dan mulut terikat lakban.

Kabar kematian Valenth diterima keluarganya pada Rabu (15/7) malam. Adik korban, Arnold Tambuto, mengaku masih berkomunikasi dengan kakaknya beberapa jam sebelum kabar duka itu tiba.

"Iya benar kakak saya yang meninggal di Armenia. Almarhum bekerja di sana di bidang IT di perusahaan konsultan IT," ujar Arnold kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Komunikasi terakhir terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita atau Selasa malam waktu Armenia. Setelah itu, Valenth tidak lagi bisa dihubungi. Keluarga baru mengetahui korban meninggal setelah mendapat kabar dari pamannya pada malam hari. Informasi itu berawal dari kekasih korban, Tati, yang berada di Filipina. Ia curiga karena tidak bisa menghubungi Valenth sepanjang hari.

"Pacarnya minta dicek (ke teman kantornya Valenth) di kamar karena biasanya mereka komunikasi hampir tiap jam. Waktu dicek, katanya ada orang di dalam tertutup selimut seperti sedang tidur. Setelah dibuka ternyata (korban) sudah tidak bernyawa," ungkap Arnold.

"Setelah itu dicarilah informasi keluarga (almarhum) dan melalui teman yang sekarang berada di Manado, pacar almarhum memberikan informasi dan diteruskan ke om kami," lanjut Arnold.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Namun, keluarga masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang Armenia terkait penyebab pasti kematian.

"Kondisi jenazah (waktu ditemukan) katanya terikat lakban. Kaki, tangan, dan mulut itu terikat lakban. Waktu itu saya syok saya matikan telepon saya tidak dengar jauh lagi, tapi infonya saya dengar memang waktu dibuka (jenazahnya) ada banyak darah," beber Arnold.

Arnold mengatakan keluarga memperoleh sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan. Namun, ia menegaskan informasi itu berasal dari orang-orang terdekat korban.

"Memang informasi itu (pembunuhan) banyak yang menyebutkan. Kami dapat informasi dari beberapa kerabat dekat dan juga dari pacar almarhum sendiri," ujar Arnold.

Keluarga masih berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi jenazah dan proses pemulangannya ke Indonesia. Mereka berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags