Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menurun setelah pemerintah menyelesaikan pembenahan manajemen Badan Gizi Nasional (BGN) dan validasi data penerima manfaat. Hal ini disampaikan Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Prasetyo menjelaskan, potensi penurunan anggaran tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut besaran kebutuhan akan disesuaikan berdasarkan hasil pembaruan data agar program lebih tepat sasaran. "Kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," kata Prasetyo.
Selain soal MBG, Prasetyo juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Malang mengenai kemungkinan pengurangan anggaran pertahanan. Menurut Prasetyo, hingga saat ini belum ada keputusan pemangkasan. "Ya kan kemungkinan ya, kemungkinan itu kan artinya kalau memang dalam situasi yang dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan," ujarnya.
Meski demikian, Prasetyo memastikan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih sehat. Pemerintah terus memantau pengelolaan APBN agar tetap terjaga, termasuk menjaga defisit anggaran sesuai target. "Hasil evaluasi kami sampai hari ini alhamdulillah fundamental ekonomi kita cukup kuat, fiskal kita juga masih sangat terjaga. Berkaitan dengan masalah defisit anggaran dalam satu tahun APBN berjalan juga masih sangat terjaga," kata dia.
Artikel Terkait
BGN Pastikan Jumlah Penerima dan Anggaran MBG Turun Setelah Refocusing Data
Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Akan Dialihkan ke Kementerian Lain
BGN Temukan Satu Sekolah Dilayani Dua Satuan Gizi, Data Penerima Manfaat MBG Dipertanyakan
BGN Pastikan Motor Listrik Pengadaan 2025 Tetap Digunakan, Sejumlah Kementerian Ajukan Penawaran