Dankor Brimob: Penanganan Massa Tak Lagi Andalkan Kekerasan
DEPOK – Komjen Ramdani Hidayat punya pesan jelas soal cara Brimob menghadapi aksi massa. Usai Rakernis di Mako Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Selasa kemarin, ia menegaskan bahwa pasukannya adalah opsi terakhir. Bukan garda depan.
Menurutnya, pendekatan sekarang sudah berubah. Kekerasan bukan lagi andalan utama. “Penanganan massa sekarang tidak harus dengan kekerasan,” ujar Ramdani.
Ia menjelaskan, ada tahapan yang harus dilalui. Fungsi lain di kepolisian, seperti Binmas dan Sabhara, akan dikerahkan lebih dulu untuk pendekatan dan dukungan. Baru jika situasi benar-benar memanas, Brimob akan bergerak.
“Jadi kekuatan Brimob adalah kekuatan terakhir,” tegasnya.
Di sisi lain, Ramdani ingin meluruskan persepsi. Brimob, katanya, bukan pasukan huru-hara. Tugas utama mereka justru mencegah anarkisme sebelum terjadi. “Anarkisnya ya kita utamakan untuk pencegahan sampai penindakan,” jelasnya.
Soal unjuk rasa, ia menyebut kebebasan menyampaikan pendapat tetap dijamin. Namun begitu, ada batasannya. Aksi itu tak boleh mengarah pada pengrusakan, pembakaran, atau membahayakan nyawa.
“Kalau sampai pengrusakan, pembakaran, kemudian membuat jiwa seseorang terancam bahkan sampai meninggal dunia, baru kita tindak,” ucap Ramdani tegas.
Rakernis yang digelar, lanjutnya, memang bertujuan menyamakan persepsi ini di seluruh jajaran. Dari pusat hingga daerah. Agar semua satu pemahaman dalam menangani situasi.
“Salah satunya adalah untuk menyampaikan persepsi baik dari tingkat pusat sampai di daerah khususnya,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Rabu, 22 April 2026
Artikel Terkait
Jasa Raharja Dorong Kemandirian Perempuan Korban Kecelakaan Lewat Program Pemberdayaan
Gibran Beri Voucher Belanja ke 100 Janda Papua di Hari Kartini
PM Pakistan Ucapkan Terima Kasih kepada Trump atas Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Iran
Aksi May Day 2026 di Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir