Setelah kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan ke Inggris. Di London, ia hadir menyaksikan momen penting: penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan raksasa teknologi Arm Limited.
Perjanjian itu diteken Senin lalu, waktu setempat. Kehadiran Prabowo di ruangan itu bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal kuat, betapa seriusnya pemerintah menggarap transformasi ekonomi lewat jalur inovasi dan teknologi tinggi.
"Ini kerja sama agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor," jelas Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Selasa (24/2/2026).
"Arm ini salah satu penguasa pasar, terutama di bagian desain. Jadi ini yang paling hulu dari industri semikonduktor itu sendiri," tambahnya.
Posisi Arm di peta global memang tak main-main. Airlangga mengungkap, perusahaan ini menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif dunia. Belum lagi, hampir 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI) juga berada di genggamannya. Kerja sama ini, dengan kata lain, adalah langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan di bidang yang jadi tulang punggung era digital.
Targetnya konkret. Melalui kemitraan ini, Indonesia berharap bisa melatih sekitar 15 ribu insinyur dalam ekosistem Arm. Tujuannya jelas: penguasaan teknologi desain chip.
"Rencana kerja samanya dilanjutkan ke generasi selanjutnya, sehingga Indonesia punya kemampuan mandiri di bidang semikonduktor dan desain," imbuh Airlangga.
Ia menegaskan, langkah ini adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden. Ada agenda besar di sini: membangun ketahanan teknologi nasional, yang sejajar dengan upaya di sektor pangan dan energi. "Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem," ucapnya.
Artikel Terkait
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU
Pemerintah Arahkan Motor Listrik untuk Pasar Domestik, Motor BBM Digenjot Ekspor