Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Indonesia-Arm untuk Kuasai Teknologi Chip

- Selasa, 24 Februari 2026 | 04:30 WIB
Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Indonesia-Arm untuk Kuasai Teknologi Chip

Setelah kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan ke Inggris. Di London, ia hadir menyaksikan momen penting: penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan raksasa teknologi Arm Limited.

Perjanjian itu diteken Senin lalu, waktu setempat. Kehadiran Prabowo di ruangan itu bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal kuat, betapa seriusnya pemerintah menggarap transformasi ekonomi lewat jalur inovasi dan teknologi tinggi.

"Ini kerja sama agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor," jelas Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Selasa (24/2/2026).

"Arm ini salah satu penguasa pasar, terutama di bagian desain. Jadi ini yang paling hulu dari industri semikonduktor itu sendiri," tambahnya.

Posisi Arm di peta global memang tak main-main. Airlangga mengungkap, perusahaan ini menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif dunia. Belum lagi, hampir 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI) juga berada di genggamannya. Kerja sama ini, dengan kata lain, adalah langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan di bidang yang jadi tulang punggung era digital.

Targetnya konkret. Melalui kemitraan ini, Indonesia berharap bisa melatih sekitar 15 ribu insinyur dalam ekosistem Arm. Tujuannya jelas: penguasaan teknologi desain chip.

"Rencana kerja samanya dilanjutkan ke generasi selanjutnya, sehingga Indonesia punya kemampuan mandiri di bidang semikonduktor dan desain," imbuh Airlangga.

Ia menegaskan, langkah ini adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden. Ada agenda besar di sini: membangun ketahanan teknologi nasional, yang sejajar dengan upaya di sektor pangan dan energi. "Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem," ucapnya.

Di sisi lain, Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, melihat dampak yang lebih luas. Program pelatihan akan dilakukan dengan dua cara: mengirimkan tenaga ahli ke luar negeri, atau mendatangkan pelatih dari Arm langsung ke Indonesia dengan modul khusus.

"Memang akan ada enam industri yang dipilih untuk pengembangan chip ini," kata Rosan.

"Rencananya, 15 ribu engineer kita akan dilatih oleh Arm, baik dengan mengirim mereka ke sini ataupun pengajar mereka yang datang ke Indonesia."

Lalu, enam bidang apa saja yang akan jadi fokus? Menurut Airlangga, keenamnya adalah bidang intellectual property (IP) strategis yang nantinya akan dipegang Indonesia.

"Kita bisa pilih, apakah untuk teknologi otomotif, internet of things, data center, home appliances," jelasnya.

"Dua lagi bisa kita pilih yang lebih futuristik, seperti autonomous vehicle dan quantum computing. Semua masih dibahas dengan Danantara."

Nuansanya terasa. Ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa, tapi sebuah lompatan yang direncanakan matang. Dari London, kabarnya, Prabowo ingin membawa pulang lebih dari sekadar kenangan; ia membawa cetak biru untuk menguasai teknologi masa depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar