Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri memastikan tempat di babak 16 besar Singapore Open 2026, namun kemenangan itu langsung diiringi pengakuan jujur mengenai performa yang masih jauh dari kata maksimal. Ganda putra Indonesia tersebut harus melewati ujian berat pada babak pertama yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Rabu (27/5/2026). Menghadapi pasangan Taiwan, Lee Fang-Chih dan Lee Fang-Jen, MURIANETWORK.COM dan Fikri menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor akhir 15-21, 21-17, 21-15, setelah sempat kehilangan kendali permainan.
“Pertama-tama alhamdulillah mengucap syukur diberikan kemenangan dan kelancaran. Meskipun tadi di pertandingan hari ini, kami bermain benar-benar kurang maksimal,” kata Fajar dalam keterangan resmi yang diterima dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) seusai laga.
Gim pertama menjadi sorotan utama. Fajar dan Fikri sempat unggul 12-9, namun keunggulan itu lenyap setelah lawan berhasil mencetak sepuluh poin beruntun. Momentum pun berpindah, kesalahan sendiri terus bertambah, dan gim pembuka akhirnya lepas. “Kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar MURIANETWORK.COM, menegaskan evaluasi utama dari pertandingan tersebut.
Tekanan belum berhenti pada awal gim kedua. Fajar mengakui dirinya kehilangan ketenangan dan terlalu terburu-buru saat mencoba mencari pola permainan yang tepat untuk keluar dari tekanan pasangan Taiwan. “Di gim kedua awal, terutama saya terburu-buru, panik memikirkan strategi permainan apa yang harus diterapkan. Tertinggal di interval, alhamdulillah kami bisa sedikit demi sedikit mengejar dan membalikkan kedudukan,” jelasnya.
Perubahan pendekatan akhirnya membawa hasil. Instruksi pelatih untuk menaikkan tempo permainan mulai dijalankan demi mematahkan strategi bertahan lawan yang solid sebelum mereka melancarkan serangan balik cepat. “Pelatih terus instruksikan kami untuk bermain cepat karena mereka menerapkan permainan bertahan lalu balik serang. Mereka mempunyai permainan yang sangat safe dan penempatannya menyulitkan hari ini, tapi kami terus memaksa mereka untuk bermain adu drive,” kata Fajar.
Sementara itu, Fikri menilai faktor mental menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Situasi tertinggal jauh pada awal gim kedua sempat menekan, namun kepercayaan diri dan komunikasi menjadi kunci kebangkitan. “Kalau melihat dari gim pertama, kami memang banyak melakukan unforced error. Lalu di gim kedua start kami sangat buruk sekali. Tertinggal sangat jauh poinnya, tapi kami berusaha meyakinkan diri sendiri dan partner bagaimana harus keluar dari tekanan ini dan alhamdulillah, puji syukur berhasil,” kata Fikri.
Momentum itu berlanjut ke gim ketiga. Fajar dan Fikri tampil lebih agresif, mengurangi kesalahan, dan mampu mengontrol reli panjang hingga pasangan Taiwan kesulitan mengembangkan permainan. Kemenangan ini mengantar mereka ke babak 16 besar Singapore Open 2026. Hasil positif tersebut sekaligus menjadi peringatan awal untuk segera membenahi konsistensi permainan jika ingin bersaing lebih jauh di turnamen level Super 750 ini.
Artikel Terkait
Borneo FC Pertahankan Nadeo Argawinata dan Juan Villa, Patahkan Rumor Transfer ke Persija
Alwi Farhan Hadapi Shi Yu Qi di Babak 16 Besar Singapore Open, Tiga Wakil Indonesia Bersiap Tempur
Sabar/Reza Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Melaju ke 16 Besar Singapore Open 2026
Aprilia Tak Coret Marc Marquez dari Calon Juara MotoGP 2026, Rivola Ingatkan Kisah Bagnaia