Kolaborasi unik tengah dijajaki di Jawa Tengah. ASEAN Foundation dan Polda Jawa Tengah sepakat bekerja sama dalam program pelatihan kecerdasan artifisial atau AI untuk masyarakat. Yang menarik, inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gibran menilai kerja sama lintas sektor semacam ini patut diapresiasi. Menurutnya, ini adalah bentuk sinergi konkret untuk mendorong pemanfaatan teknologi yang aman dan tetap beretika.
“Pemerintah menyambut baik inisiatif seperti yang dilakukan ASEAN Foundation bersama Polda Jateng,” ujar Gibran dalam pernyataannya, Senin (23/2/2026).
“Kolaborasi ini mencerminkan sinergi dalam mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk AI, secara aman, adaptif, dan beretika,” tambahnya.
Niat baik itu telah dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman. Penandatangannya difasilitasi di Kantor Sekretariat Wapres, Jakarta, akhir pekan lalu oleh Staf Khusus Wapres, Achmad Aditya. Ia menyebut kolaborasi ini sebuah terobosan.
“Yang dilakukan ini hal yang sangat luar biasa. Mungkin orang tidak terpikir, kok bisa bekerja sama dengan kepolisian,” kata Achmad Aditya.
“Namun justru ini langkah penting. Tidak hanya membahas substansi AI, tetapi juga etikanya. Pemanfaatan AI bisa berkembang sangat cepat, sehingga pemahaman yang benar menjadi kunci,” tegasnya.
Di sisi lain, Executive Director ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, melihat potensi besar Indonesia dalam ekonomi digital. Namun, ia mengingatkan agar percepatan adopsi teknologi tidak meninggalkan aspek literasi.
“Indonesia punya potensi digital yang besar. AI bisa mendongkrak produktivitas dan daya saing,” jelas Piti.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter
Pemkot Surabaya Akan Evaluasi SMP yang Izinkan Siswa Bawa Motor
Harga Emas Antam Tembus Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Rp2,9 Juta
Bank Dunia Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,7 Persen