JAKARTA – Soal keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP), respons dari ormas-ormas Islam ternyata tak seragam. Pengamat politik Adi Prayitno baru-baru ini menyoroti perbedaan sikap yang cukup mencolok ini. Di satu sisi, PBNU disebut memberikan dukungan penuh. Namun begitu, sikap yang diambil Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia justru lebih berhati-hati, bahkan mereka meminta agar keanggotaan ini ditinjau ulang.
Menurut Adi, perbedaan pendapat seperti ini wajar dalam dinamika demokrasi. Yang penting, ada ruang untuk berdialog.
"Di tengah begitu banyak sikap politik yang disampaikan ormas Islam, pertemuan dengan Presiden menjadi ruang dialogis untuk saling memahami,"
Artikel Terkait
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Kakak Ipar Ancam Pakai Parang, Korban Tewas Jatuh Saat Kabur di Makassar
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri
Menteri Amran Gelar Open House dan Ziarah Keluarga di Kampung Halaman Bone